Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Dini Nur Febriyanti: Hobi Memasak yang Tumbuh Sejak Dini

Hakam Alghivari • Selasa, 24 Februari 2026 | 03:15 WIB

 

Photo
Photo

BAGI Dini Nur Febriyanti, dapur dan lapak jualan bukan cuma ruang bekerja, melainkan tempat ia belajar bertahan dan bermimpi.

Perempuan 20 tahun asal Bojonegoro ini menekuni dunia memasak sekaligus berjualan sejak usia sangat belia, jauh sebelum ia memahami arti usaha.

Dini, sapaannya, mengaku hobi berjualan sudah tumbuh sejak duduk di bangku kelas 1 SD. Ia pernah berkeliling kampung menjajakan es lilin buatan sendiri.

Meski sempat dimarahi sang ibu karena berjualan diam-diam, semangat itu tak pernah padam.

“Karena kulkas saya baru jadi saya pengin jualan dan berkeliling kampung untuk menjual es lilin,” kenangnya. 

Berbagai makanan pernah ia coba jual, mulai dari pisang pasir, pisang cokelat, sosis, sempol, hingga cireng rujak.

Dukungan justru datang dari lingkungan sekolah. Tak heran, setiap praktik kewirausahaan, Dini kerap menjadi yang terbaik.

“Dari SD saya dititipin jualan tetangga saya untuk dibawa ke sekolah dan alhamdulillah-nya selalu habis,” ujarnya. 

Memasuki SMP, saat teman sebayanya sibuk dengan masa remaja, Dini justru membangun online shop sendiri.

Dari hasil jualan itulah ia mampu membeli ponsel dan sepeda tanpa bantuan orang tua. Bakat tersebut akhirnya mengantarkannya masuk SMKN 1 Bojonegoro jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran, di mana ia kembali menorehkan prestasi penjualan terbanyak ketika ada lomba internalsekolah.

Kini, anak terakhir dari tiga bersaudara itu menimba ilmu Manajemen Ritel di Universitas Bojonegoro sambil menjalankan usaha dimsum goreng melalui akun TikTok dimsumgorengkejulumerbjn.

Baca Juga: Nurul Izzatul Choiriyah: Tertantang Hal Baru

Modal awalnya bahkan berasal dari keberaniannya menjual ponsel pribadi. “Alhamdulillah sekarang sudah hampir satu tahun usaha saya jalan,” tuturnya. 

Hasil jerih payah itu membuahkan kebanggaan tersendiri, hingga mampu memberikan kado untuk sang ibu.

Meski telah memiliki beberapa usaha rumahan dan satu karyawan, Dini mengaku belum ingin berhenti. Baginya, memasak dan berjualan bukan sekadar mencari untung, melainkan hobi yang menghidupkan harapan, dan terus ia rawat dengan kerja keras. (kam/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#berjualan #kuliah #Bisnis #usaha #bojonegoro #Kulkas #Es Lilin