PANGGUNG tari bagi Yoppy Bunga bukan sekadar ruang gerak, melainkan tempat ia menemukan dirinya sendiri.
Mahasiswi semester IV Administrasi Publik Universitas Bojonegoro (Unigoro) itu menjelma sosok enerjik yang tumbuh bersama irama. Dari lantai TK hingga panggung kampus.
Ketertarikan Yoppy pada dunia tari bermula sejak kanak-kanak. Saat masih TK kecil, ia kerap diminta menarikan tari tradisional seperti Jamuran.
Dari situlah benih kecintaan tumbuh. Namun, memasuki bangku SD kelas lima, denyut lain memanggil.
Tayangan Indonesia Mencari Bakat dan dunia K-pop yang dikenalkannya lewat lingkungan sekitar membuat Yoppy jatuh cinta pada modern dance.
Era tumblr girl, lagu-lagu Justin Bieber, hingga tren yang kini kembali hidup, 2026 is the new 2016, menjadi penguat hasratnya.
Modern dance kemudian menjadi hobi yang dijalani serius. Saat SMA, Yoppy kerap tampil seorang diri, menantang gugup dan takut blank di atas panggung.
Pengalaman kompetisi justru baru ia rasakan ketika kuliah, setelah bergabung dengan UKM Kesenian Maheswari, sub divisi modern dance. Dari situlah panggung demi panggung dilalui, lomba demi lomba dijajal.
Di Maheswari, Yoppy menemukan kehangatan tanpa sekat senioritas. Di sanalah ia belajar koreografi, kebersamaan, dan arti bertumbuh bersama.
“Senang bisa kumpul sama teman-teman tiap rutinan atau latihan. Aku suka banget learning a new choreo. Suka kalau disuruh bikin gerakan sendiri. Meski pusing, but so far aku happy banget,” kata perempuan 20 tahun tersebut.
Ke depan, Yoppy bermimpi membangun sanggar dan menjadi guru dance. Di sela kesibukan, ia juga menulis di Wattpad. Selain itu, bereksperimen dengan riasan Y2K juga menjadi kesenangan tersendiri baginya.
“Aku suka banget make up 2000an gitu, vibes y2k mean girls. Jadi, tiap keluar ke kampus atau kemana gitu. Pasti sering make up kaya gitu sama menggunakan outfit style y2k,” lanjut perempuan tinggal di Jalan Aipda Rawi, Desa Kolong, Kecamatan Ngasem tersebut. (ewi/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko