DI SELA kesibukan menempuh pendidikan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Mikaila Asya memilih tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi. Mahasiswi yang akrab disapa Sasa ini saat ini berdomisili di Surabaya karena tuntutan studi.
Perempuan asal Desa/Kecamatan Trucuk itu, mengaku aktif berproses di organisasi eksternal kampus Gerakan Mahasiswa Surabaya (GMS), dan menjadi ruang belajar bersama mahasiswa lintas kampus.
“Bagi saya, GMS adalah rumah kedua; tempat saya bertumbuh, memahami dinamika organisasi, dan belajar bersama rekan-rekan mahasiswa lintas kampus se-Surabaya,” ujarnya.
Selain berorganisasi, ia juga menekuni kegiatan sosial dan kerelawanan yang telah ia gemari sejak duduk di bangku SMP hingga SMK. Ketertarikan tersebut terus ia jalani hingga kini.
Ia tercatat mengikuti sejumlah kegiatan sosial, mulai dari menjadi pengajar di SDN 4 Clebung, Kecamatan Bubulan, ikut renovasi mushola di Pondok Pesantren Idhotun Nasyi’in, Kabupaten Lamongan, hingga aksi bersih-bersih lingkungan di kawasan Makam Rangkah, Surabaya.
Bahkan, pada November lalu, ia terpilih sebagai volunteer fully funded dalam program KawanAyu Berkelana ke Kabupaten Lamongan.
Mikaila mengatakan, ketertarikannya pada kegiatan volunteer berangkat dari keinginan untuk memberi manfaat bagi orang lain.
“Alasan utamanya tak lain adalah untuk bermanfaat bagi sesama, menyebar kebahagiaan, dan belajar dengan orang-orang baru,” tuturnya. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana