SASTRA menjadi bagian penting dalam hidup Farisha Firni. Melalui karya satra, Firni bertekad memberikan kontribusi untuk masyarakat.
Sehingga, dengan tulisan yang dibuat, masyarakat bisa mengetahui dan memahami gambaran baru terkait realitas sosial yang ada.
Firni telah berkecimpung di dunia sastra sejak 2010 lalu. Hingga kini guru SMA Plus Al Fatimah tersebut telah menerbitkan tiga buku antologi.
Terdiri atas buku berjudul Menyisir Lorong Montana, Sepenggal Hati yang Tersisa bersama guru SMA Provinsi Jawa Timur pada tahun 2023, serta Menyentuh Batas Awan bersama siswa SMA Plus Al Fatimah.
Perempuan 33 tahun tersebut percaya dengan tulisan, orang dapat memahami situasi. Sehingga mencoba memberikan kontribusi kecil yang dapat memberikan gambaran baru terkait dengab realitas sosial yang ada.
Guru tinggal di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro Kota tersebut juga aktif dalam membimbing siswa dalam dunia sastra.
Sehingga, dapat mengantarkan prestasi tingkat kabupaten dan nasional. Terlebih dengan kecintaan pada sastra ingin menumbuhkan kembangkan sastra di kalangan generasi muda.
‘’Bisa terus berkontribusi dalam membantu siswa yang tertarik dalam dunia sastra. Sehingga memiliki tempat pengembangan sastra,” jelas ibu tiga anak tersebut.
Firni sadar sebagai penulis terdapat tantangan yang harus ditaklukkan. Terutama ketika suasana hati dalam keadaan kurang stabil.
Sehingga, harus mencari cara untuk mengubah suasana lebih baik. Namun, ketika karya bisa dibaca orang dan memberikan inspirasi baru memerikan kebahagiaan tersendiri.
‘’Juga merasa bahwa diri kita semua sangat berarti dan kita adalah aktor utama dalam kehidupan kita,” terangnya. (irv/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko