RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - BELUM selesai dengan culture shock makanan yang didominasi rasa asin di tanah rantau. Ananda Evrilia Indah Azza dikagetkan dengan kesibukan di dunia kampus yang tiada habisnya.
Mahasiswa baru asal Kecamatan Dander tersebut tidak hanya disibukan pada bidang akademik, melainkan organisasi. Tak jarang, jam tidurpun harus dipangkas untuk menyelesaikan semua tugas.
“Pratikum setiap hari di weekday full, dari jam 08.00 WIB sampai 17.00 WIB. Pulang kuliah, balik kos, malamnya berangkat latihan inagurasi. Habis latihan, ngerjain laprak (laporan praktikum). Jadi, banyak bergadangnya,” tuturnya.
Merasa masih mampu di tengah kesibukan yang sudah menyita waktu, Ana sapaannya, menambah kesibukan dengan mengikuti organisasi. Yakni, bergabung dengan UKM yang bergerak di kesenian, sesuai hobi dan bakat yang dimiliki.
Dengan mengikuti banyak kegiatan, gadis 18 tahun ini merasa bisa belajar hal baru. Tentu menjadi kesenangan tersendiri.
Mencari banyak kesibukan juga merupakan salah satu caranya mengatasi kesepian di kos. Meski risiko capek dan kurang tidur harus ditanggungnya.
“Harus lebih baik dari kemarin, harus berkembang, tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan,” motivasinya.
Mahasiswa Teknologi Industri Pangan Politeknik Negeri Jember tersebut berharap, kesibukan yang dilalui kini tidak berdampak pada nilai akademiknya.
Bahkan, terus berusaha agar mendapat indeks prestasi kumulatif (IPK) yang tidak mengecewakan. Sebagai bekal mendaftar beasiswa di semester depan. “Semoga bisa balance antara organisasi sama akademik,” harapnya. (ewi/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko