HARUS berani mencoba untuk tahu hasilnya. Siapa sangka dari ketertarikan dan rasa penasaran membuahkan keberanian dan meraup cuan.
Seperti yang dialami Ella Widya Cahyani, perempuan akrab disapa Ella ini memberanikan diri mendirikan jasa wedding organizer (WO) khususnya make-up artist (MUA) di usia 19 tahun.
Ella menceritakan, perjalanannya menjadi MUA cukup singkat. Meski awalnya tidak suka make-up sama sekali. Semua mengalir begitu saja.
Bermula saat mengikuti ekstrakurikuler seni teater di SMAN 4 Bojonegoro. ‘’Awalnya kelas IX SMP itu hobi foto-foto, kan ya lagi trend hunting foto rental kamera. Awalnya iseng-iseng rental kamera dan diajak kerja sama sama teman untuk promosi bisnis rental kamera,’’ ucapnya.
Dari situ, ketertarikannya Ella semakin bertambah dan memberanikan diri meminta orang tua membelikan tiga kamera sekaligus untuk berbisnis dan disetujui.
Hingga mengambil job atau jasa fotografi saat akhir pekan. "Setelah lulus dari SMPN 1 Malo berlanjut ke SMA bisnis masih berjalan sampai lulus. Saat itu pandemi Covid-19, mau kerja bingung karena terbatas. Mau kuliah juga daring," katanya.
Singkat cerita, Ella menerima job fotografer pengantin di Kecamatan Kapas pada 2021. Namun, disesalkan terjadi kesalahpahaman antara pihak pengantin dan MUA.
"Tapi, waktu itu aku ngga diberi celah ambil foto. Jadi, sampai rumah aku nangis. Terus kebetulan sepupu mau jadi pengantin dan nyari WO. Karena masih pemula masih takut akhirnya ngajak teman MUA untuk persiapan buka jasa WO," lanjut warga Desa Trembes, Kecamatan Malo itu. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana