KEMUDAHAN mengakses fasilitas pendidikan, tak lantas disia-siakan. Bahkan, dimanfaatkan Shelly Sepitha Arum. Perempuan asal Desa/Kecamatan Gayam tersebut, telah selesai menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB) Malang.
‘’Lulus pada 2022 lalu, predikat dengan pujian,” tutur perempuan akrab disapa Shelly itu.
Shelly lantas bersyukur dan berterima kasih kepada kedua orang tuanya, karena telah memberikan dorongan hingga tumbuh seperti sekarang. ‘’Bapak-Ibuk telah membantu Shelly sampai di titik ini,” imbuhnya.
Perjuangan perempuan yang memperoleh beasiswa scientist tersebut, ternyata masih berlanjut hingga lulus kuliah.
Bahkan, Shelly berhasil lolos dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS), meski dilaluinya dengan tidak mudah. ‘’Alhamdulilah, sudah setahun perjuangan yang diawali di bulan kelahiran yaitu September tahun lalu,” ungkapnya.
Meski ditempatkan bertugas di tempat yang lumayan jauh dari rumah, yakni Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan. Namun, tetap tak bisa mengurangi kebahagiannya. Sejak Juni lalu, dirinya bakal jadi calon jaksa staf pidana khusus (pidsus).
‘’Menjadi calon jaksa staf pidsus di Kejari Bangkalan,” terangnya.
Saat ini, Shelly sedang menjalani pelatihan dasar (Latsar) sebelum diangkat menjadi PNS. Merasa beruntung karena setiap perjuangan dan cita-citanya, seakan semakin terlihat hasilnya dan terwujud satu per satu. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana