BERORGANISASI pramuka menjadi pilihan Barrotut Taqiyah, perempuan asal Desa Sumberagung, Kecamatan Dander. Berbeda dari sebagian pemuda lainnya, Barrotut mengungkapkan, bahwa dirinya menyukai pramuka.
Salah satunya, karena kegiatan ini banyak melibatkan interaksi dengan berbagai orang. Dia mulai jatuh cinta dengan organisasi berlambang tunas kelapa itu sejak duduk di bangku madrasah tsanawiyah (MTs) atau sekolah menengah pertama (SPM) sederajat.
’’Awalnya, karena diajak pembina OSIS (organisasi siswa intra sekolah) saat MTs untuk kegiatan kemah jelajah santri di Malang,” ungkapnya. Bahkan, hingga kini ia mengaku, aktif mengikuti kegiatan kemah atau yang berhubungan dengan pramuka seperti pelantikan pengurus.
Barrotut mengatakan, bagaimana pun keadaannya tetap menyempatkan waktu hadir. Terlebih saat ini, ia juga tergabung dengan satuan karya (saka) wanabakti, yakni gerakan pramuka khusus kehutanan dan lingkungan hidup.
’’Karena di pramuka saya mendapat banyak teman yang asyik. Dan, jiwa solid yang sangat kuat,” tutur perempuan 18 tahun itu. Dia menambahkan, selain aktif di pramuka, juga menyukai dunia olahraga. Khususnya, bulutangkis.
Namun, sayangnya kini tidak seaktif sebelumnya. Lantaran tidak memiliki cukup teman untuk bermain.
’’Pernah menjadi juara 3 badminton ganda putri dulu di porseni (pekan olahraga dan seni) se-kabupaten. Tapi, sekarang sudah jarang main karena engga punya teman,” keluh calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro itu. (yna/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana