BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Wasit perempuan di Bojonegoro masih minim. Saat ini baru tercatat dua wasit perempuan berlisensi, salah satunya Dyah Ayu Retno Wulandari.
Tak hanya menjadi minoritas di kalangan hakim pertandingan, sosoknya yang selalu berhijab membuat Dyah, sapaan akrabnya, menambah suasana baru di lapangan hijau.
Perempuan asal Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander ini telah menempuh sertifikat wasit sepak bola lisensi C-3 sejak 2020 silam, dan memulai mempimpin pertandingan sejak 2021.
‘’Mulai dari Bupati Cup hingga memimpin pertandingan Piala Pertiwi,” ungkapnya.
Dyah mengaku turut senang, karena Piala Pertiwi merupakan kompetisi bergengsi yang dikenal sebagai kejuaraan nasional sepak bola putri.
Meski pada awal karir banyak yang meragukan. Ditepis dengan kecintaannya terhadap si kulit bundar. Bahkan, sejak menggeluti sepak bola, Dyah tetap memiliki tanggung jawab tetap berhijab.
‘’Tidak masalah bagi orang tua, dan berkomitmen untuk tetap berhijab. Apalagi tidak ada aturan yang melarang,” ungkapnya.
Kini Dyah tidak hanya mengisi pertandingan resmi. Namun, sering diundang untuk menjadi pengadil dalam laga uji coba, maraknya fun football atau laga persahabatan menggunakan wasit membuatnya kebanjiran order memimpin pertandingan.
‘’Sering dihubungi untuk fun football, mulai dari teman sampai yang belum kenal sebelumnya,” beber perempuan lulusan Universitas Negeri Surabaya itu (dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari