RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro Ahmad Supriyanto rampung menggelar Reses Masa Sidang II, Senin (24/8). Acara digelar di Markas Besar (Mabes) AS Media Center Indonesia di Desa Tulungagung, Kecamatan Baureno itu berlangsung sukses.
Disambut antusias dan dihadiri 350 konstituen di daerah pemilihan (dapil) tiga. Turut hadir jajaran pemimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Bojonegoro hingga pimpinan kecamatan (PK) dan pimpinan desa (pimdes) turut dapil tiga, meliputi Kecamatan Baureno, Kanor, dan Kepohbaru.
Pria akrab disapa Mas Pri itu menyampaikan sejumlah persoalan utama, khususnya keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dalam mengakomodasi aspirasi masyarakat. "Ada penurunan dalam APBD 2027 Bojonegoro, sehingga tidak bisa mengakomodasi seluruh usulan warga," ujarnya.
Baca Juga: Ketua DPD Golkar Bojonegoro Terpilih Ahmad Supriyanto Ditarget Menambah Kursi DPRD
Dia memaparkan, penurunan tersebut cukup signifikan. Pada postur APBD 2026 masih di angka Rp 6,5 triliun, tapi mengalami penurunan di 2027 menjadi Rp 5,28 triliun. Pihaknya menyoroti persoalan yang terjadi. Dia menuturkan, penurunan pagu APBD bukan di belanja melainkan pendapatan, persisnya pendapatan asli daerah (PAD).
Dia menegaskan, kondisi ini harus diketahui masyarakat luas. Reses merupakan momentum penting untuk menyerap langsung aspirasi dan menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi. Namun, lanjut dia, aspirasi harus tetepa didengarkan dan diperjuangkan. Meski harus mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah. "Penurunan postur APBD disebabkan efisiensi dan pengurangan DBH (dana bagi hasil) dari pemerintah pusat," tuturnya.
Selain itu, pria menjabat Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro ini juga menyampaikan hasil pokok-pokok pikiran (pokir) yang terverifikasi dan dilaksanakan di Tahun Anggaran (TA) 2026. "Kami memperjuangkan aspirasi dan usulan masyarakat. Salah satunya yang disampaikan konstituen terkait wilayah timur yang kondisinya mengkhawatirkan saat kalau banjir. Tepatnya di Sungai Semar Mendem. Jadi, kami menekankan harus ada mitigasi, pencegahan banjir dari pemda (pemerintah daerah)," tandasnya.
Selain agenda reses, kegiatan tersebut dirangkai dengan konsolidasi dan pendidikan politik Partai Golkar. Memperkuat struktur organisasi serta kader dengan tema Penguatan Struktur dan Konsolidasi Kades untuk Memperkokoh Partai Golkar. Dalam kesempatan itu juga disampaikan rencana pengukuhan PK dan Pimdes Partai Golkar se-Bojonegoro pada September mendatang. (*/yna)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah