Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perajin Tahu-Tempe Bojonegoro Menjerit

Y
TEMPE : Perajin tempe di Bojonegoro sedang mengemas. Saat ini usaha ini menghadapi banyak tantangan. (YANA/RADAR BOJONEGORO)
TEMPE : Perajin tempe di Bojonegoro sedang mengemas. Saat ini usaha ini menghadapi banyak tantangan. (YANA/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Para produsen tahu dan tempe di Bojonegoro mulai gelisah. Selain tertekan lonjakan harga bahan baku, mereka kini menghadap persoalan krusial krisis regenerasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro pun didesak segera turun tangan memberi solusi.

"Selain masalah bahan baku yang terus naik, ada ancaman lain yang kami khawatirkan," keluh Pembina Asosiasi Perajin Tahu Tempe Ledok Kulon Bojonegoro, Pranyoto, Senin (31/8).

Pranyoto mengungkapkan, tingginya harga kedelai yang tanpa intervensi berpotensi memangkas volume produksi hingga mengancam keberlangsungan usaha. Di sisi lain, minat generasi muda untuk meneruskan usaha ini kian minim.

Advertisement

"Peralatan dan pelatihannya makin sulit, regenerasinya juga bingung. Semakin sedikit anak muda yang mau bekerja di sektor ini," ungkapnya.

Ia berharap pemkab memberikan perhatian nyata melalui pelatihan dari dinas terkait, khususnya Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro, agar proses kerja lebih efisien dan menarik minat tenaga kerja baru.

Advertisement

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Disperinaker Bojonegoro, Mahmudi, menyatakan bahwa pihaknya memiliki dua skema pelatihan, yakni untuk pencari kerja (pencaker) dan sektor industri. Masalah yang dihadapi perajin tahu-tempe masuk dalam kategori pelatihan industri.

"Pelatihan yang bisa diberikan mencakup peningkatan kualitas kemasan, daya tahan produk, diversifikasi agar lebih diminati, hingga strategi promosi," terang Mahmudi.

Mahmudi menegaskan, Disperinaker terbuka untuk menggelar pelatihan berbasis pengajuan kelompok.

"Satu paket pelatihan kuotanya 20 peserta. Yang penting perajin serius, nanti teknisnya kami bekerja sama dengan lembaga pelatihan kerja (LPK)," pungkasnya. (yna/zim)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Event Pemkab Bojonegoro Tak Lagi Terpusat Di Kota

Event Pemkab Bojonegoro Tak Lagi Terpusat Di Kota

Gelaran event di Bojonegoro bakal semakin merata. Pemkab Bojonegoro tidak lagi memusatkan kegiatan di wilayah perkotaan. Ke depan, sejumlah agenda hiburan dan festival akan lebih banyak digelar di tingkat kecamatan hingga desa.

Geopark Bojonegoro Berstatus UNESCO Global Geopark

Geopark Bojonegoro Berstatus UNESCO Global Geopark

Hasil Sidang Council UNESCO Global Geopark (UGGp) ke-11 di Kantor UNESCO, Paris, Prancis, Senin (2/11). Geopark Bojonegoro resmi mendapat pengakuan internasional.

Popda dan Peparpeda Jatim berlangsung hingga 11 November,  345 Kontingen Bojonegoro Bidik 10 Besar

Popda dan Peparpeda Jatim berlangsung hingga 11 November, 345 Kontingen Bojonegoro Bidik 10 Besar

Sebanyak 345 kontingen Kabupaten Bojonegoro diberangkatkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) III Jawa Timur 2026, Selasa (27/10).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer