Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Hasil Survei Elektabilitas Poltracking: Wahono-Nurul 78 Persen, Teguh-Farida 12,2 persen

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 20 Oktober 2024 | 18:15 WIB
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

BERDASARKAN survei Poltracking Indonesia yang dirilis Sabtu (19/10). Setyo Wahono- Nurul Azizah berpotensi besar memenangkan Pilkada Bojonegoro 2024.

Elektabilitas pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2 tersebut unggul jauh dari pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1 Teguh Hariyono-Farida Hidayat.

Berdasar hasil survei Poltracking Indonesia pada periode 4 sampai 10 Oktober lalu, elektabilitas Wahono-Nurul mencapai 78,6 persen, sementara Teguh-Farida hanya 12,2 persen, sedangkan 9,2 persen tidak tahu/tidak jawab.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR mengatakan, perbedaan angka elektabilitas Wahono-Nurul dengan Teguh-Farida sangat signifikan dibandingkan beberapa daerah lain di Jawa Timur.

Bahkan lebih jauh dari survei elektebilitas Pemilihan Gubernur Jatim. Tepatnya elektabilitas Khofifah yang mencapai 67,5 persen dengan Tri Risma sebesar 24 persen.

Hanta Yuda mempertanyakan apakah ada dinamika politik atau perubahan elektabiltas di sisa waktu satu sentengah bulan jelang pencoblosan? Sehingga secara hukum elektoral ketika dinamika politik stabil.

Tentu tidak ada tsunami politik dihadapi masing-masing paslon. Juga tak ada turbulensi politik dialami, maka kecenderuangan paslon nomor urut 2 Setyo Wahono-Nurul Azizah akan memenangkan Pilkada di Bojonegoro. Walau harus menunggu hasil pencoblosan

‘’Jika pilkada berlangsung kurang dari seminggu lagi Poltracking Indonesia menyimpulkan, yakin, dan memprediksi Setyo Wahono-Nurul Azizah pemenangnya,” jelasnya.

Mamun, Pilkada Bojonegoro bakal berlangsung dalam pilkada serentak dalam waktu lebih dari satu bulan lagi, sehinngga yang bisa Poltracking prediksi adalah kecenderungan.

Sepanjang tidak ada blunder politik, partisipatif stabil, hingga tak ada money politic yang tersetruktur sistematis dan masif (TSM). Maka hasil pilkada bojonegoro tidak akan jauh berbeda dengan hasil survei Poltracking pada Oktober ini.

Pada November mendatang Poltracking Indonesia akan kembali menggelar survei di berbagai wilayah, termasuk Bojonegoro. Sehingga akan menjadi survei prediktif siapa yang akan menjadi pemenang pilkada

‘’Hasil survei bisa menjadi alat bantu untuk membaca paslon yang unggul dan bisa memenangkan pemilihan,” ujarnya.

Terpisah, Cabup Nomor Urut 2 Setyo Wahono mengatakan, telah melakukan persiapan untuk debat. Termasuk debat pertama. Pada debat tersebut pasangan calon nomor urut 2 membawakan konsep-konsep untuk Bojonegoro, sehingga mampu makmur dan membanggakan ke depannya.

‘’Untuk debat kami siap dengan konsep-konsep untuk Bojonegoro makmur dan membanggakan,” ungkapnya.

Koordinator Bidang Kampanye Tim Pemenangan paslon nomor 01 Amin Tohari mengatakan, tidak terpengaruh dengan hasil survei tersebut, dan meyakini bahwa kans kemenengan masih sangat terbuka. Bahkan, tim siap memanfaatkan waktu tersisa untuk terus terjun ke masyarakat.

‘’Kami punya tim survei sendiri, dan kemenangan dalam Pilkada tidak terpatok pada hasil survei,” ungkapnya.

Ketua DPD Perindo Bojonegoro Supaat mengatakan, tetap tak gentar menghadapi apa pun hasil survei yang beredar. Mantan anggota DPRD Bojonegoro itu memsejarah Pilkada di Bojonegoro, kerap terjadi hasil yang di luar dugaan. ‘’Tentu kans itu masih terbuka lebar,” imbuhnya. (irv/msu)

 

 

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Jawa Timur #survei #pilkada bojonegoro #Nurul Azizah #poltracking indonesia #teguh haryono #pilkada #Menggelar #farida hidayati #hasil survei #bojonegoro #elektabilitas #Direktur Eksekutif #Setyo Wahono #Pasangan #cabup #gubernur jatim #poltracking #cawabup