BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – IDFoS Indonesia, Universitas Bojonegoro, dan Jawa Pos Radar Bojonegoro kolaborasi melakukan riset kebijakan publik. Acara dikemas dengan Focus Group Discussion (FGD) Opinion Leader dengan mengajak para stakeholder di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro kamis (17/10) berlangsung gayeng.
FGD bertema Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Keadilan dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Bojonegoro itu membahas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, mulai kesehatan, kesejahteraan guru madrasah, hingga perizinan.
’’Harus maksimal dalam penelitian kebijakan,” tutur Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar saat membuka diskusi kemarin.
Umar menegasakan, penentuan kebijakan yang utuh harus melibatkan masyarakat. Diskusi semacam ini diperlukan untuk merumuskan kebijakan yang pro rakyat.
’’Membahas kesehatan ini ada tiga hal. Meliputi kesehatan fisik, mental, dan sosial. Sementara itu, selama ini fokus kesehatan pada fisik. Sedangkan, seperti mental masih belum,” ujar Ketua Ikatan Dokter (IDI) Bojonegoro Pramono Apriawan Wijayanto.
Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kristin mengatakan, permasalahan pertanian cukup kompleks. Misalnya, petani membuat pupuk organik sendiri, tapi terhalang perizinan hingga minimnya regenerasi petani milenial. ’’Salah satunya pertanian ini bisa dibentuk klaster-klaster. Seperti floris hingga holtikultura,” tambah perempuan domisili Desa Ngraseh, Kecamatan Dander itu.
Ketua IDFoS Indonesia Joko Hadi Purnomo menyampaikan, dari banyaknya isu diangkat dalam diskusi akan dipilah sesuai skala prioritas atau piramida kepentingan. Penilaian akan dilakukan oleh tim dan dikonfirmasi kepada penyampai isu.
Tujuannya, memvalidasi isu diangkat hingga menjadi sebuah rekomendasi. ’’Nantinya akan kami konfirmasi dengan bertemu langsung atau bisa melalui telepon,” kata Joko. (yna/bgs/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana