BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bojonegoro mulai memanaskan mesin partai, menyongsong pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun ini.
Bahkan, konsolidasi dihadiri langsung petinggi PKB yang juga Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia Abdul Halim Iskandar di gedung Islamic Center kemarin (26/4).
Pada kesempatan tersebut, Abdul Halim Iskandar atau yang akrab dipanggil Gus Halim, memberi sinyal kuat atas pencalonan mantan Bupati Bojonegoro Anna Muawanah.
Sebaliknya, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) masih fokus di internal dan menunggu petunjuk DPP.
‘’Ada dua syarat, yang pertama masyarakat Bojonegoro semakin sejahtera, dan 2029 kursi PKB Bojonegoro menjadi 18,” ungkapnya.
Pria akrab disapa Gus Halim itu menambahkan, dua syarat tersebut menjadi mutlak, karena diharapkan masyarakat Bojonegoro semakin sejahtera baik ekonomi dan SDM meningkat. Meski tahun ini PKB berhasil menyabet 13 kursi, namun belum bisa memecah rekor tertinggi 14 kursi 20 tahun lalu. ‘’Kalau syarat tersebut disanggupi, rekom turun hari ini,” tandasnya.
Sementara itu, bakal calon PKB yang akan bertarung pada pemilihan kepala daerah yakni Anna Muawanah memberi isyarat kesanggupan dalam mengemban syarat tersebut. ‘’Tadi sudah disampaikan semua sama pak mendes (menteri desa),” ucap Bupati Bojonegoro 2018-2023 itu keluar gedung.
Ketua DPC Gerindra Sahudi masih enggan berbicara banyak terkait Pilkada 2024. Karena, masih menunggu petunjuk dari atasan. ‘’Sabar, masih menunggu petunjuk atasan,’’ katanya terpisah.
Sementara itu, sesuai hasil rekapitulasi KPUK Bojonegoro, PKB diprediksi kursinya cukup untuk memberangkatkan calon sendiri dengan 13 kursi, sedangkan untuk mengusung pasangan calon bupati minimal dibutuhkan 10 kursi.
Perolehan kursi DPRD Bojonegoro pada Pemilu 2024 yakni PKB 13 kursi, Gerindra 8 kursi, PDIP 6 kursi, Golkar 5 kursi, Demokrat 5 kursi, PAN 3 kursi, PPP 3 kursi, Hanura 2 kursi, PKS sebanyak 2 kursi, PBB 2 kursi dan Partai NasDem 1 kursi. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana