RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemkab Blora mulai agresif menarik investor masuk ke daerah. Salah satu komitmen yang ditegaskan yakni memangkas birokrasi perizinan, agar investasi lebih mudah masuk dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, investasi menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pembangunan daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Karena itu, pihaknya berkomitmen mempermudah proses perizinan bagi investor.
‘’Kalau investasi masuk, otomatis ekonomi daerah akan tumbuh. Kami berkomitmen mempermudah perizinan melalui pelayanan satu pintu agar investor tidak dipersulit,” ujarnya.
Arief menegaskan, investor juga harus mendapat kepastian hukum dan perlindungan, agar merasa aman menanamkan modal di Blora. Seluruh elemen masyarakat diminta ikut menjaga kondusivitas daerah, sehingga investor tidak berpindah ke daerah lain.
Baca Juga: UNY Proyeksikan 300 Mahasiswa Tiap Tahun Turut Porgram PSDKU Blora, Dibagi Lima Prodi
‘’Kalau ada investor masuk, kita sambut dengan baik. Jangan sampai investor lari dari Kabupaten Blora,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan pengembangan investasi, Pemkab Blora saat ini mengusulkan dua kawasan industri baru ke Kementerian Kehutanan. Yakni kawasan industri di wilayah Cabak seluas sekitar 1.500 hektare dan kawasan KHDTK UGM dekat akses Tol Ngawi seluas kurang lebih 1.000 hektare.
Menurut Arief, sejumlah investasi mulai masuk ke Blora. Mulai sektor migas, industri kalsium karbonat, hingga bidang pendidikan. Salah satu investasi terbaru yakni hadirnya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Blora.
‘’UNY kami datangkan ke sini karena kami yakin akan mendorong pembangunan fasilitas olahraga dan sektor lainnya,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto menilai Blora memiliki potensi besar untuk berkembang seperti daerah lain yang sukses menghadirkan kawasan industri. Menurut dia, keberadaan investasi akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
‘’Kita duduk bersama bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi memikirkan masa depan masyarakat dan anak cucu kita nanti,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto menegaskan DPRD siap mendukung regulasi yang mempermudah investasi tanpa melanggar aturan. Salah satunya melalui kemungkinan pemberian insentif pajak maupun retribusi bagi investor.
‘’Kita bisa mendiskusikan regulasi yang berkaitan dengan kemudahan investasi, termasuk insentif pajak maupun retribusi agar investor tertarik masuk ke Blora,” tandasnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana