RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ground check data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) sudah selesai dilakukan pada 25 Mei lalu. Namun, hasil data ground check tersebut masih data mentah dan belum diolah.
Setelah ground check berakhir data bakal diolah sekitar tiga bulan kedepan. Sehingga untuk DTSEN yang bisa digunakan sebagai dasar pelaksanaan program baru bisa diakses pada Agustus mendatang.
Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Bojonegoro Endah Retnaningroem mengatakan, data hasil groung check tidak bisa langsung diakses. Terlabih data tersebut masih mentah dan butuh pengolahan.
‘’Pada 26 Mei hingga 30 Mei BPS menampung data hasil ground check,” jelasnya.
Endah memperkirakan pengolahan bakal berlangsung sekitar tiga bulan ke depan. Terlebih di Juni ini BPS akan melakukan Sensus Ekonomi (SE). Sehingga perlu menunggu BPS menyelesaikan SE sebelum mengolah DTSEN.
Baca Juga: Temuan Anomali Ground Check DTSEN di Bojonegoro: Temukan Data Pengangguran, Ternyata Pensiunan
‘’Juni BPS ada Sensus Ekonomi,” ungkapnya.
Menurut Endah survei DTSEN dilakukan agar pemkab memiliki data mandiri. Tidak bergantung pada pusat. Sehingga dalam pemberian bantuan lebih tepat sasaran.
Terkait tingkat anomali sebelum ground check dilakukan, Endah mengaku sebelum ground check anomali mencapai 80 persen. Sementara data yang dianggap sesuai hanya 20 persen. Juga anomali ditemukan di semua kecamatan.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan hari terakhir cek lapangan DTSEN berlangsung 25 Mei lalu. Kamudian Selasa (26/5) dilanjutkan submit data oleh koordinator dan petugas pemeriksa lapangan (PML).
‘’Baru direkapitulasi oleh BPS pada 30 Mei mendatang,” ungkapnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana