RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pengadaan kaus pelatihan petani tembakau senilai ratusan juta rupiah di lingkungan Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora mendadak batal. Paket pengadaan yang bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) itu kini berstatus “paket gagal” di portal Inaproc.
Nilai paket tersebut mencapai Rp 151 juta. Anggaran itu sedianya digunakan untuk membeli 960 kaos cenderamata pelatihan petani tembakau atau sekitar Rp 157.500 per unit.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Peternakan (TPHPP) DP4 Blora, Rosalia Diah Erawati membenarkan jika pengadaan tersebut belum jadi dilaksanakan.
“Batal oleh sistem karena tidak ditindaklanjuti. Belum kami perbaharui lagi,” ujarnya.
Meski paket gagal, DP4 Blora belum memastikan pengadaan kaus itu dicoret total. Pihaknya masih menunggu arahan dari Kepala DP4 Blora, Ngaliman.
“Tergantung Pak Alim bagaimana,” ucapnya singkat.
Era menjelaskan, kaus tersebut rencananya dipakai sebagai cenderamata pelatihan bagi petani tembakau di 12 kecamatan sasaran. Menurutnya, pola serupa juga pernah dilakukan tahun lalu, meski jumlah peserta dan titik pelatihannya lebih sedikit.
“Tahun ini pelatihannya lebih banyak. Karena sekarang juga tidak boleh ada uang saku,” katanya.
DP4 sendiri tengah menyiapkan dua jenis pelatihan untuk petani tembakau. Yakni pengenalan varietas baru “kasturi baru” serta pemurnian varietas lokal tembakau Blora agar mendapatkan sertifikasi resmi.
“Tembakau Blora didaftarkan supaya nanti ada sertifikat benihnya. Jadi varietas lokal Blora yang bersertifikat,” jelasnya.
Dia menyebut proses sertifikasi varietas lokal tidak instan. Pengujian benih bahkan bisa berlangsung hingga tiga tahun.
“Harus ada uji macam-macam selama tiga tahun. Makanya perlu pelatihan juga terkait perlakuan tanaman tembakau,” tandasnya.
Rencananya, pelatihan pengenalan varietas baru mulai digelar Juni hingga Juli mendatang. Sementara nasib pengadaan kaus masih menunggu keputusan internal DP4 Blora. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana