RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Proses Pembangunan Pasar Bojonegoro memasuki masa lelang. Meski belum ada kejelasan terkait tempat penampungan sementara (TPS) saat proses pembangunan.
Perebutan tender senilai Rp 80 miliar diikuti sebanyak 78 kontraktor. Berdasar layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), pembangunan pasar tradisional ini memasuki tahap evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga. Bakal dilakukan penetapan dan pengumuman pemenang pada 22 Mei mendatang.
Adapun lima peserta atas dengan harga penawaran yakni PT Citra Prasasti Konsorindo Rp 71,3 miliar; PT Reka Esti Utama Rp 75,9 miliar; PT Tureloto Batu Indah Rp 76,1 miliar; PT Tiara Multi Teknik Rp 77,9 miliar; dan PT Indopena Bumi Permai Rp 79,6 miliar.
Di samping itu juga dilakukan manajemen konstruksi (MK) pembangunan dengan pagu sebesar Rp 4,8 miliar dengan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 2 miliar. Memasuki tahap evaluasi dokumen kualifikasi dan diikuti 35 peserta.
Erna Fitrianti salah satu pedagang Pasar Kota mengaku, belum mengetahui secara pasti terkait TPS saat pasar induk dibangun. Muncul beberapa opsi dari Pasar Wisata (Parwis), Pasar Banjarejo, hingga samping Gedung Serbaguna. ‘’Belum tahu bagaimana untuk TPS, seoalnya pro-kontra,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro Satito Hadi mengatakan, perihal TPS dilakukan penataan dari dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (dindagkopum). Sedangkan, untuk pengerjaan fisik, menunggu pengumuman pemenang lelang. ‘’TPS yang nata (menata, red) dinas perdagangan nggih (ya, red),” katanya.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dindagkopum Bojonegoro Akhmadi belum bisa dikonfirmasi terkait kepastian TPS para pedagang Pasar Kota saat pembangunan fisik dimulai.
Sebelumnya, Paguyuban Pedagang Pasar Kota berhara TPS tidak lebih dari 1 kilometer dari pasar. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana