Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Puluhan Aktivis Gelar Aksi Peringati Hari Kartini di Depan DPRD Bojonegoro

Yana Dwi Kurniya Wati • Rabu, 22 April 2026 | 07:30 WIB
(YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
(YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Puluhan aktivis dari berbagai organisasi menggelar aksi memeringati Hari Kartini di depan gedung DPRD kemarin (21/4).

Aliansi dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Unigoro dan Unugiri, hingga Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bergantian orasi, pembacaan puisi, bagi-bagi bunga dan stiker, serta menulis surat yang diberi tema Surat Suara Perempuan. Semua bebas menulis.

Aktivis KPI Nafidatul Himah dalam orasinya mengatakan, Kartini bukan hanya tentang Peringatan seremonial. Melainkan perjuangan Kesempatan bagi perempuan mendapat pendidikan dan kesehatan yang layak dan setara. Juga, Perjuangan terbebas dari tindakan kekerasan fisik maupun psikis.

''Kartini berjuang tidak mengangkat senjata. Tetapi, dia berjuang melalui pena. Melalui surat yang dikirim kepada sahabatnya yang merupakan orang Eropa, Kartini ingin masyarakat negaranya mendapat kesempatan yang sama. Ini sebagai bentuk diplomasi perempuan muda di zamannya," ujar Sekretaris Cabang (Sekcab) KPI Bojonegoro itu.

Baca Juga: Spesial Hari Kartini - Sally Atyasasmi, Perempuan Penggerak Kebijakan: Apresiasi dan Ajak Perempuan Hidup dalam Keberanian

Himah menegaskan, Kartini berjuang dalam mencegah perkawinan anak karena dia sendiri menjadi salah satu korban perkawinan anak. Meninggal saat melahirkan.

''Di zaman serba canggih ini, masih kita temukan maraknya perkawinan anak yang terjadi," ujarnya.

Himah menyindir dengan memaparkan data statistik 2024-2025, di mana angka pernikahan anak yakni di bawah 19 tahun di Indonesia menunjukkan tren penurunan secara nasional, namun tetap tinggi di wilayah tertentu.

Angka rata-rata nasional tercatat menyentuh 5,90 persen pada 2024, tetapi laporan 2025 menunjukkan masih ada sekitar 19 pemuda pemuda yang menikah di bawah 19 tahun.

''Di Bojonegoro sendiri perkawinan anak, meskipun turun masih cenderung tinggi. Jumlah pengajuan dispensasi kawin atau diska dalam tiga tahun terakhir mulai turun, namun masih tinggi. Di 2023 ada 448 perkara, 2024 394,dan tahun lalu menjadi 325 perkara," beber dia.

Selain itu, tambah dia, kasus tindak kekerasan, bully, dan perempuan hina perempuan masih banyak terjadi di sekitar kita. ''Ini adalah surat yang ditujukan kepada seluruh perempuan di Indonesia. Kamu mampu jika berpikir mampu," tutur dia.

Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi ikut orasi dalam aksi tersebut. Dia mengatakan, tak hanya datang sebagai anggota DPRD melainkan bagian dari aksi. Namun, ia memaparkan pihaknya sendang mengupayakan kebijakan ramah perempuan dan anak-anak. 

"Berbicara Kartini, dia anak bupati. Kita semua tidak dimulai dari titik yang sama, tidak setara. Tapi, mengupayakan keseteraan," ujar dia.

Politikus Gerindra itu menambahkan, di ranah politik ada afirmasi 30 persen keterwakilan perempuan. Ini tidak hanya angka dan ada yang diupayakan. "Seperti Perda Pengarusutamaan gender dan perlindungan perempuan dan anak. Dimasukkan dalam prolegda (program legislasi daerah). Kami upayakan melalui payung hukum," kata dia. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#aktivis #dprd bojonegoro #hari kartini #organisasi #Orasi