Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Menu Berbau, 196 Paket MBG di Blora Dikembalikan Pihak Sekolah

Achmad Syaeroyzi • Jumat, 17 April 2026 | 08:45 WIB
DAPAT KOMPLAIN: Pihak sekolah mengembalikan 196 paket menu MBG ke SPPG Andongrejo Kecamatan Blora. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)
DAPAT KOMPLAIN: Pihak sekolah mengembalikan 196 paket menu MBG ke SPPG Andongrejo Kecamatan Blora. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora diwarnai aksi pengembalian paket makanan oleh pihak sekolah.

Sebanyak 196 paket menu diduga berbau tak sedap, sehingga pihak sekolah memilih tidak membagikannya kepada siswa demi faktor kesehatan. ​Informasi tersebut mencuat melalui pesan singkat yang beredar di lingkungan wali murid.

Perwakilan sekolah menyatakan bahwa menu MBG terpaksa ditarik karena kondisi daging dinilai kurang layak atau berbau. Langkah itu diambil untuk mengutamakan keamanan pangan bagi anak didik.

​Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) Andongrejo, Kecamatan Blora Alfrian Adam membenarkan, adanya insiden pengembalian tersebut. Ia menyebut aksi itu dilakukan oleh satu lembaga pendidikan.

​‘’Memang iya ada pengembalian di TK/PAUD Khozin, dengan total 196 (paket),’’ terang Alfrian kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro, kemarin (15/4).

Baca Juga: Baru 50 Persen SPPG di Blora Miliki Instalasi IPAL, Satgas MBG Dorong Untuk Segera Lengkapi

Terkait dugaan bau tak sedap pada daging, Alfrian memberikan klarifikasi. Menurutnya, hal itu dipicu oleh teknis pengemasan, bukan karena daging yang rusak atau kedaluwarsa. Ia memastikan pihaknya akan melakukan penggantian menu yang sama pada hari berikutnya.

‘’Bau tersebut disebabkan daging yang terkontaminasi oleh sayur kubis, di mana tata letak kubis jadi satu dengan daging,’’ terangnya.

​Alfrian menambahkan, dari sekian banyak penerima manfaat, hanya satu sekolah tersebut yang melakukan pengembalian. Pihaknya mengaku tetap terbuka terhadap kritik dan saran dari lapangan sebagai bahan perbaikan.

‘’Setelah tahu ada bau karena busuk atau basi, kemudian setelah itu saya mencicipi dan aman tidak masalah,’’ ujarnya. ‘’Kejadian itu juga terjadi di tempat lainnya, namun tidak dikembalikan bahkan dikonsumsi, walaupun ada sedikit komplain,’’ sambungnya.

Meski demikian, pihaknya berkomitmen menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi total agar kualitas layanan tetap terjaga. (ozi/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Menu MBG #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi #Sekolah #Mbg #blora