RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Konflik timur tengah yang tengah terjadi antara Israel dan Iran membuat kekhawatiran bagi jemaah haji yang akan berangkat. Namun, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan ibadah haji tahun ini tetap bisa terlaksana.
Kemenhaj sudah menyiapkan berbagai skenario atau skema keberangkatan dan kepulangan jemaah haji. Terlebih kondisi di Arab Saudi dipastikan aman, hanya proses keberangkatan dan kepulangan yang perlu diperhatikan. Tentu untuk memastikan keamanan jemaah haji.
Kepala Kemenhaj Bojonegoro Abdullah Hafid mengatakan, ada kemungkinan haji tak diberangkatkan jika kondisi tidak memungkinkan. Namun, ada skema-skema disiapkan agar haji tetap bisa berlangsung.
‘’Tentu tetap mementingkan keselamatan jemaah haji,” jelasnya. Hafid menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan mengalihkan jalur penerbangan. Bahkan, jika diperlukan akan transit.
Terlebih kondisi di Arab Saudi aman. Juga tetap membuka diri untuk pelaksanaan ibadah haji. Hanya perjalanan menuju ke Arab Saudi yang perlu diperhatikan. ‘’Makkah-Madinah aman,” ungkapnya.
Baca Juga: Calon Jemaah Haji 2026 Berangkat 1 Mei, Tercatat 1.746 CJH Bojonegoro Terbagi dalam Enam Kloter
Perubahan jalur penerbangan untuk keberangkatan dan kepulangan bisa berdampak pada penambahan biaya. Namun, penambahan biaya tersebut tidak dibebankan ke jemaah haji. Sebaliknya disubsidi dan ditanggung oleh Badan Pengelolaan Keuangan (BPK) Haji.
‘’Jemaah tidak terbebani,” ujarnya. Menurut Hafid, ketika haji tahun ini dibatalkan akan mengalami kerugian. Terlebih semua keperluan bagi jemaah haji sudah disiapkan, mulai akomodasi, penginapan, maupun transportasi.
‘’Persiapan sudah hampir 100 persen, sudah terjalin kontrak (akomodasi, penginapan, dan transportasi),” terangnya. Pihaknya meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi terkait konflik di timur tengah ke jemaah haji.
Terlebih bisa memengaruhi psikologis jemaah haji yang akan berangkat. Jika psikologis jemaah haji terganggu dengan konflik bisa berdampak pada kondisi kesiapan fisik maupun mental jemaah haji. (irv/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana