RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro menggelar rapat paripurna, Rabu (11/3). Meliputi Rapat Paripurna Penyampaian Nota Penjelasan Bupati tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025, Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ 2025; Nota Penjelasan Bupati atas Lima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), hingga Pandangan Umum Fraksi atas Penyampaian Nota Penjelasan Bupati terhadap Lima Raperda.
Rapat dibuka dan dipimpin langsung Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar. Kuorum, dengan kehadiran 47 anggota dewan. Rinciannya, 13 anggota dewan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB); delapan anggota dewan Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra); lima dari enam anggota dewan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP); dan lima anggota dewan Fraksi Golongan Karya (Golkar).
Selanjutnya, empat dari lima anggota dewan Fraksi Demokrat; tujuh anggota dewan Fraksi Amanah Nasional Hindang Nurani Rakyat (PAN-BNR); dan lima dari enam anggota Fraksi Persatuan Pembangunan dan Kesejahteraan Nasional (PPKN). "Pada pukul 14.34 WIB, rapat paripurna resmi dibuka dan terbuka untuk umum," ujar Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar.
Umar melanjutkan, agenda rapat paripurna meliputi Penyampaian Nota Penjelasan Bupati tentang LKPJ 2025 dan lima raperda. Adapun lima raperda tersebut meliputi Raperda tentang Pencabutan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2010 tentang Desa; Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah; Raperda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPK) Bojonegoro 2026-2030; Raperda tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan; san Raperda tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak (KLA).
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam nota penjelasannya memaparkan, pendapatan 2025 mencapai 110,4 persen atau Rp 6,4 triliun dari target yakni Rp 5,8 triliun. Sementara itu, realisasi belanja mencapai 81,36 persen atau Rp 6,4 triliun dari target Rp 7,8 triliun. "Ada indikator makro, di indeks pembangunan manusia (IPM), Bojonegoro mendapat 0,99 poin merupakan peningkatan tertinggi se-Jawa Timur. Pertumbuhan Bojonegoro sebesar 1,36 persen, pertumbuhan tertinggi di Jawa Timur," tuturnya.
Pria kelahiran Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo itu dalam rapat paripurna melanjutkan penyampaiannya atas lima raperda. Di antaranya mendukung adanya raperda tentang perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan. Serta, KLA. "Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup sesuai dengan UUD 1945," terangnya.
Rapat paripurna ditutup pada 16.02 WIB itu juga membentuk Pansus LKPJ 2025. Di antaranya Pansus I diketuai Lasmiran, Choirul Anam sebagai wakil ketua, dan Mustakim sebagai sekretaris. Kemudian, Pansus II menunjuk Sutikno sebagai ketua, Muhadi wakil ketua, dan Didik Trisetyo Purnomo sebagai sekretaris.
Pada Pansus III diketuai Ahmad Supriyanto, Muhammad Rozi sebagai wakil ketua, dan Maftukhan sebagi sekretaris. Serta, Pansus IV diketuai Imam Sholikin, wakil ketua Sukur Priyanto, dan sekretaris Amin Thohari. (*/yna)
Editor : Yuan Edo Ramadhana