RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kuota pelatihan tahun ini minim. Dinas perindustrian dan tenaga kerja (Disperinaker) hanya menyasar 297 orang tahun ini, melalui dua jenis pelatihan. Meski demikian, diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan.
"Di 2026 terkait pengurangan angka pengangguran, bupati dan wabup mencanangkan seluruh OPD (organisasi perangkat daerah) yang melaksanakan pelatihan wajib dari peserta AK-1 atau kartu kuning," jelas Kepala Disperinaker Bojonegoro Mahmudi.
Dia melanjutkan, untuk mengurangi angka pengangguran itu pihaknya membuat dua pelatihan. Meliputi pelatihan sertifikasi kompetensi seperti manufaktur, K3 migas, hingga Bahasa Jepang serta Bahasa Korea dengan sasaran 147 orang.
Kemudian, pelatihan wirausaha baru seperti las, instalasi listrik, servis AC, hingga konveksi diberi kuota 150 orang. Ini berbeda dari pelatihan sertifikasi kompetensi dan wirausaha baru 2025 dengan total 1.580 orang.
"Di 2025 ada pelatihan wirausaha baru untuk mendukung program gayatri, keluarga bahagia lanjutan pascamendapat jaminan ketenagakerjaan, dan pencari kerja setelah PHK," jelasnya.
Mahmudi menambahkan, untuk memasifkan informasi lowongan kerja dan pelatihan akan membuat papan informasi di sejumlah titik strategis. Tidak hanya melalui media sosial (medsos).
"Berbagai informasi lowongan kerja selama ini di medsos, ada Bejo atau Bojonegoro Enggal Kerjo dan dinperinaker sendiri. Tahun ini kami akan menambah informasi di tempat-tempat strategis anak muda yang biasanya dibuat nongkrong, akan kami buat papan informasi dan juga ada siaran radio," imbuh mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bojonegoro itu.
Eni Puspita, warga Kecamatan Gayam mengaku pernah mengikuti pelatihan diadakan dinas kepemudaan dan olahraga (dinpora). Namun, disesalkan tak lolos karena keterbatasan kuota. "Pernah ikut tapi terbatas kuotanya, belum rezeki jadi enggak keterima," keluh dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana