RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Seiring menurunnya dana transfer dari pusat, badan usaha milik daerah (BUMD) ditarget meningkatkan penerimaan asli daerah (PAD) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. PAD Bojonegoro 2026 ditargetkan sekitar Rp 1,086 triliun (T).
Dana transfer dari pusat yang diterima pemkab tahun ini sebesar Rp Rp3,45 T. Menurun dari tahun lalu sebesar Rp5,3 T. Atau turun sekitar 30 persen.
Direktur Utama PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) Mohammad Kundori mengatakan, seluruh BUMD di Bojonegoro didorong untuk meningkatkan PAD. Mulai dari PT ADS, PT BBS, BPR, hingga Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Buana.
‘’Terlebih PAD ditargetkan naik sekitar Rp 1,1 T,” ungkapnya.
Kundori menjelaskan target peningkatan PAD tersebut dilakukan seiring dengan menurunnya dana transfer dari pusat. Sehingga pemkab ingin meningkatkan PAD dari BUMD yang ada. Bahkan setiap munggu digelar rapat direksi dengan bupati untuk menyampaikan progres masing-masing BUMD.
‘’Setiap minggu ada kopi pagi dengan bupati untuk menyampaikan progres,” jelasnya.
Menurut dia, BUMD lainnya meminta masukan dari teman-teman media di Bojonegoro. Terlebih awak media sebagai mitra. Sehingga masukan dan dukungan bisa berdampak meningkatkan PAD.
‘’Kami butuh masukan dari teman-teman media,” ujarnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana