RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Komisi B DPRD Bojonegoro mendorong agar pembangunan jalan usaha tani (JUT) di 163 titik yang akan dikerjakan tahun ini dapat dilakukan dengan merata.
Proyek sarana prasarana bidang pertanian yang dianggarkan sebesar Rp 31,1 miliar tersebut diharapkan dapat mempermudah petani. Utamanya, dalam membantu menaikan nilai tawar produk pertanian.
Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Sarana, Prasarana, dan Perlindungan Tanaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro Yuni Arba’atun membenarkan, bahwa Pemkab akan membangun 163 titik JUT dengan anggaran Rp 31,1 miliar di tahun ini.
“Nggih (JUT dibangun di 163 titik dengan anggaran Rp 31,1 miliar),” konfirmasinya melalui pesan WhatsApp.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri menyampaikan, dukungan terhadap rencana pemkab membangun 163 titik JUT. Di samping itu, ia mendorong agar pembangunan JUT dilaksanakan secara merata.
“Kelompok tani atau poktan yang belum mendapatkan bantuan pembangunan infrastruktur pertanian tahun ini, harus diprioritaskan,” ujarnya. Menurutnya, pembangunan JUT ini krusial. Karena berguna untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Juga, mempermudah transportasi hasil panen. Sehingga, perlu adanya percepatan pembangunan serta perbaikan. “JUT ini bisa memangkas biaya pengangkutan hasil pertanian dan melancarkan aktivitas petani,” tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro (Unigoro) Darsan mengatakan, sangat bagus untuk Bojonegoro dibangun JUT. Sehingga, akan membantu para petani menaikan nilai tawar produknya yang bersifat mudah rusak.
Dan, memudahkan petani membawa sarana produksi ke lahan. “Sehingga, kemungkinan untuk menaikkan produksi masih memungkinkan. Pada daerah yang hamparan luas lahan belum terjangkau oleh jalan desa,” pungkasnya. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana