RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Program Domba Kesejahteraan (PDKt) 2026 yang akan menyalurkan 3.325 pasang domba ke keluarga penerima manfaat (KPM), menimbulkan kekhawatiran bagi peternak domba dan kambing Bojonegoro.
Karena program tersebut membuat populasi domba bakal melimpah. Sehingga harga jual domba dipasaran anjlok. Diharapkan Pemkab Bojonegoro
Tentu dengan kondisi tersebut perlu ada solusi dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro. Sehingga PDKt tetap berjalan baik namun peternak domba tak merasakan dampak penurunan harga jual.
Sekretaris Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Bojonegoro As'ari mengatakan disnakkan harus mempertimbangkan dampak program domba. Terlebih program tersebut mengakibatkan populasi melimpah dan harga domba anjlok.
''Itu yang dirasakan para peternak saat ini," ungkapnya.
Pemuda asal Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander tersebut menjelaskan PDKt berdampak luas. Tidak hanya dinikmati oleh KPM. Tentu perlu diperhatikan perputaran ekonomi yang melibatkan bantuan peternak Bojonegoro.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan dengan pengadaan domba untuk PDKt melibatkan peternak dan perusahaan lokal. Juga melawan pengadaan dari luar Bojonegoro.
''Sehingga ada perputaran ekonomi di pasar hewan Bojonegoro. Sehingga bisa menumbuhkan ekonomi pedagang dan menstabilkan populasi domba," ujarnya.
Menurut As'ari domba kesejahteraan di wilayah sekitarnya sudah berkembang biak. Dari asalnya 2 ekor di 2023 sudah menjadi 15 ekor hingga 25 ekor.
Tentu dengan bertambahnya populasi domba, secara hukum ekonomi ketersediaan barang yang melebihi permintaan maka harga akan turun. Sehingga perlu solusi tepat dengan menggandeng peternak dan perusahaan ternak lokal sebagai vendor. Dengan begitu mampu menyerap ketersediaan domba lokal.
''Bisa menstabilkan harga domba," imbuhnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana