RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Memasuki pergantian tahun, Pemkab Blora mulai merancang strategi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya dengan studi banding ke Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang.
Bupati Blora, Arief Rohman menjelaskan, sejumlah langkah kajian roadmap peningkatan PAD Kabupaten Blora Tahun 2026-2030 disusun, untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi dan struktur pendapatan daerah. Selain itu untuk mengidentifikasi potensi-potensi PAD yang masih dapat dioptimalkan secara sah, terukur, dan berkelanjutan.
"Kajian ini memiliki arti penting sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam rangka memperkuat kemandirian fiskal di Kabupaten Blora untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendukung pembangunan daerah, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," jelasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, pihaknya berharap adanya keterkaitan antara hasil kajian ini dengan pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kedepan, riset dan pengabdian mampu memberikan solusi konkret atas tantangan pembangunan daerah, termasuk dalam penguatan basis pendapatan dan tata kelola keuangan daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Arief mengatakan, hasil kajian tersebut nantinya dijadikan acuan kerja bersama bagi para perangkat daerah, terlebih yang menjadi pengampu PAD.
"Setiap perangkat daerah harus mampu menindaklanjuti rekomendasi kajian ke dalam langkah-langkah operasional yang konkret, dilakukan secara inovatif, kolaboratif, serta tetap memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat," ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik IPDN, Hyronimus Rowa mengatakan, Pemkab Blora memiliki langkah yang konkret untuk kemajuan Blora.
“Kami juga siap membantu dalam upaya peningkatan PAD di Blora, hal ini telah kita lakukan dengan survei lapangan," pungkasnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana