RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur (Jatim) bakal menggelar apresiasi terhadap keterbukaan informasi oleh berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari tingkat provinsi hingga desa. Apresiasi diwujudkan melalui penyelenggaraan Keterbukaan Informasi Publik (KI) Jatim Awards 2025 yang dihelat pada akhir November (29/11) mendatang.
Untuk edisi tahun ini, tidak seperti biasanya KI Awards tidak diselenggarakan di ibukota Provinsi Jatim, Surabaya. Kali ini KI Jatim Awards 2025 diselenggarakan di Kabupaten Bojonegoro, tepatnya di Hotel Aston Bojonegoro.
Sehingga, pada Kamis (13/11), panitia penyelenggara KI Jatim Awards 2025 berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Bojonegoro, selaku pihak partner penyelenggaraan anugerah tersebut. Bersama dengan tim Divisi Event Organizer media tersebut, para panitia berdiskusi mengenai persiapan anugerah dalam suasana gayeng.
“KI Jatim Awards adalah acara rutin tahunan yang dilakukan oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur, bersamaan dengan seluruh Komisi Informasi dari seluruh provinsi di Indonesia. Tahun ini, penyelenggaraan KI Jatim Awards 2025 lebih istimewa, karena yang biasanya di gelar di Kota Surabaya, kali ini digelar di luar kota, yakni Bojonegoro,” papar Ketua Panitia Pelaksana KI Jatim Awards 2025, M. Sholahudin.
Bojonegoro dinilai sebagai daerah yang antusias menyambut penyelenggaraan KI Awards, sehingga diputuskan gelaran KI Jatim Awards edisi 2025 diboyong ke Kota Ledre. “Kami melihat ada respons positif dari stakeholder, termasuk dari Bupati dan Kominfo setempat. Selain itu, kami juga ingin berbagi rezeki untuk membangkitkan ekonomi daerah,” tambah Sholahudin.
Sholahudin dan tim panitia mencatat ada 70 OPD dari tingkat provinsi hingga desa, plus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan lembaga vertikal yang akan diberikan penilaian dalam anugerah tersebut. Tentu, bakal ada penghargaan spesial untuk organisasi dengan nilai tertinggi se-Provinsi Jatim.
“Ada 70 badan publik yang tahun ini kita nilai hasil monevnya layak untuk diberi penghargaan. Ada dua kategori yang kami berikan, yakni Informatif dan Menuju Informatif, yang terdiri atas badan buplik OPD di tingkat provinsi, kota atau kabupaten, pemerintah desa, se-Jawa Timur, BUMD se-Jawa Timur, serta lembaga vertikal, misal Bawaslu, KPU, BPK, BPOM dan sejenisnya,” jelas Sholahudin.
Sepanjang Kamis, panitia KI Jatim Awards menghabiskan waktu di Bojonegoro untuk berkoordinasi dengan berbagai stakeholder, terutama berbagai OPD Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Terlebih, masih banyak rangkaian acara yang bakal digelar oleh Komisi Informasi Jatim di Bojonegoro.
“KI Jatim Awards sendiri hanya salah satu di antara rangkaian kegiatan yang kami rencanakan. Salah satu acara intinya adalah Medhayoh Keterbukaan Informasi, sesuai program Bupati Bojonegoro untuk jaring aspirasi kepada masyarakat. Kami juga akan berpartisipasi pada Car Free Day pada hari Minggu pascaanugerah,” papar Sholahudin. (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana