RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kesadaran pedagang di pasar dalam membayar iuran masih kendala dalam menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar. Hal itu berdampak pada realisasi pendapatan di Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora.
Dindagkop UKM Blora tahun ini ditargetkan bisa menyumbang PAD Rp 7,1 miliar. Dari target itu, saat ini realisasinya belum maksimal.
Kepala Dindagkop UKM Blora, Kiswoyo mengatakan, sampai saat ini baru terealisasi Rp 5,1 miliar. Artinya di dua bulan tersisa ini pihaknya masih mengejar kekurangan itu.
Menurutnya, ada beberapa kendala mengapa secara realisasi baru tercapai segitu. Kendala utamanya yakni kesadaran pedagang dalam membayar retribusi.
"Karena ada juga yang sudah jatuh tempo belum bayar," jelasnya.
Walau begitu, pihaknya optimis target untuk menyumbang PAD itu bisa terealisasi tahun ini.
"Insya Allah tercapai, doakan saja kalau teman-teman pedagang bisa membayar retribusi dengan tertib, kan kembali pada kesadaran mereka guna membayar pajak bayar retribusi ya," tambahnya.
Kiswoyo menambahkan, target PAD itu dihitung secara kumulatif, meliputi retribusi dari pedagang pasar, parkir, hingga pedagang kaki lima (PKL). Jadi bukan hanya dari sektor pasar saja. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana