Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

BKPP Bojonegoro Siapkan ASN Untuk Digitalisasi, Gelar Latihan Pengelolaan Data Spasial dan Manajemen SPBE

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 6 November 2025 | 01:59 WIB
(YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
(YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Cepatnya perkembangan zaman, serta perintah Presiden RI, Prabowo Subianto agar ASN dapat menyesuaikan diri di era digital, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro menggelar pelatihan strategis untuk 102 ASN mulai Senin (3/11) hingga Jumat (7/11). Pelatihan digelar di Hotel Bonero, Kecamatan Kalitidu dalam beberapa gelombang.

Materi pelatihan meliputi dua topik digitalisasi. Pertama, pelatihan pengelolaan data spasial dan pengisian geoportal daerah. Kedua, pelatihan manajemen Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), yang saat ini menjadi tulang punggung administrasi dan pergerakan data pemerintahan.

30 ASN menjadi peserta pelatihan pengelolaan data dan pengisian geoportal, sementara 72 sisanya mengikuti pelatihan manajemen SPBE. Seluruh peserta berasal dari berbagai OPD non-kecamatan.

Menurut salah satu pemateri manajemen SPBE, Nanang Ruswianto selaku Evaluator SPBE, keahlian manajemen sistem tersebut diperlukan untuk keberlanjutan tata program pemerintahan di bidang digital.

“Di dalam SPBE ada aktivitas perencanaan, eksekusi, re-check dan tindak lanjut hasil,” jelasnya.

Pun demikian, meskipun sudah berjalan, digitalisasi sistem pemerintahan saat ini masih berjalan secara bertahap. Manajemen SPBE sendiri merupakan salah satu mandat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dari pemerintahan RI, sehingga pelatihan manajemen wajib dilaksanakan hingga tingkat daerah.

“Sebenarnya digitalisasi adalah sebuah keniscayaan hari ini, tetapi saat ini masih bertahap sesuai situasi yang ada, tidak serta-merta semuanya mengarah ke digitalisasi,” tambah pria yang juga anggota Center of Digital Society (CfDS) Fisipol Universitas Gajah Mada tersebut.

Salah satu peserta, Wildan berpendapat materi yang disampaikan padat dan vital untuk kinerja sehari-hari sebagai ASN, terutama berkaca pada RPJMN tersebut.

“Karena jika indeks SPBE baik, berarti Bojonegoro berhasil melakukan program pembangunannya. Materinya sendiri bagus dan mudah diterima,” ungkapnya.

Menurut Kepala BKPP Bojonegoro, Hari Kristianto, selain manajemen SPBE untuk mendukung pekerjaan sehari-hari, pemahaman pembuatan data spasial dan geoportal juga penting untuk membentuk identitas dan basis informasi Bojonegoro secara berlanjut.

“Sehingga ketika pengguna membutuhkan informasi tentang suatu aspek wilayah Bojonegoro, misal tempat wisata, perkantoran atau fasilitas umum, informasi langsung tersedia,” jelasnya.

Dari perlatihan ini diharapkan setiap OPD dapat mengirim satu dataset sektoral untuk diintegrasikan dalam Geoportal Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro. Nantinya dataset yang dikumpulkan dapat membentuk jaringan data yang saling melengkapi satu sama lain.

Misal jumlah dan lokasi sekolah di Bojonegoro, lokasi dan statistik persawahan, peta jalan di wilayah kabupaten, dan sebagainya.

“Selain itu SPBE wajib diperbarui secara berkala, sehingga melalui pelatihan ini, setiap OPD dapat mengaplikasikan pembaruan tersebut serta mengelola data yang ada untuk perencanaan dan perencanaan layanan berbasis digital milik instansi,” tambah Hari.

Lebih luas lagi, pelatihan ini juga diharapkan membimbing para peserta dalam kepemimpinan era digital, atau sering disebut digital leadership.

“Sehingga para anak-anak muda yang ada sekarang dapat mengembangkan potensi diri, namun juga dibimbing sebagai generasi penerus para pemimpin yang ada saat ini,” ujar Hari. (edo/cho)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Data Spasial Terintegrasi #kepegawaian #asn #dataset #Geoportal #BKPP #pemerintahan #prabowo subianto #sistem pemerintahan berbasis elektronik #rpjmn #bojonegoro #BKPP Bojonegoro #spbe #era digital #digitalisasi #digital