RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini kembali memantau proses operasional dapur SPPG secara langsung. Dalam tinjauannya, dia memberi arahan agar pengelolaan sampah dan limbah di SPPG untuk bekerja sama dengan pihak ketiga.
Sri Setyorini menjelaskan, tak hanya memenuhi gizi, pengolahan limbah dan sampah sisa menu MBG perlu diperhatikan. Sebab, terkait tingkat higenitas dan sanitasi dapur.
Terlebih, hal itu memengaruhi tentang nilai kelayakan sebuah dapur, yang tertera di sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) yang masih berproses. ‘’Kami menyarankan agar sampah dan limbah dikelola pihak ketiga agar bisa dibuang setiap hari ke tempat yang semestinya,” ujar Sri Setyorini.
Menurutnya, proses pengusulan SLHS dapurdapur MBG di Blora juga masih berjalan. Dia juga mengakui, proses SLHS saat ini lebih dipermudah, namun harus mengikuti alur yang ditetapkan.
‘’Sejauh ini instruksi kami sudah mulai dijalankan. Terpantau hingga Senin kemarin, sudah ada 30 pengurusan SLHS. Targetnya Oktober ini harus selesai. Jika belum, kami akan lakukan evaluasi,” imbuhnya.
Sebelumnya, Koordinator SPPG Blora, Artika Diannita mengatakan, saat ini ada 52 dapur MBG di Kabupaten Blora yang beroperasi. Dari jumlah itu, baru satu yang telah memiliki SLHS. ‘’Untuk Blora dapur yang sudah ada SLHS 1,’’ katanya.
Sementara untuk dapur lain sedang berproses mendapatkan SLHS. Mereka mengajukan dan akan diverifikasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora.
"Saat ini ada 25 dapur melakukan pelatihan penjamah makanan. Yang mana itu jadi salah satu syarat. Untuk pengajuan SLHS,” imbuhnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana