RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro sukses menggelar Training of Facilitator (ToF) Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) di Pendapa Malowopati, kemarin (1/10).
Diikuti 560 peserta. Meliputi, 419 orang perwakilan desa atau kelurahan, 28 perwakilan kecamatan, dan 102 pendamping peternakan. ToF digelar untuk membekali peserta dengan pemahaman teknis sekaligus strategi pendampingan.
Harapannya, mereka mampu menjadi fasilitator yang berkualitas, inspiratif, serta interaktif dalam mendampingi program Gayatri di lapangan.
Sekretaris Disnakkan Bojonegoro Elfia Nuraini menyampaikan, program Gayatri di APBD induk telah terdistribusikan semua kepada 400 keluarga penerima manfaat (KPM) di 5 kecamatan dan 10 desa.
Dari jumlah tersebut, sekitar 70 sampai 90 persen sudah produksi telur, dengan tingkat kematian 2 persen. Rerata keuntungan harian mencapai Rp 22.500. Kemudian, di P APBD 2025 akan terdistribusikan kepada 5.000 KPM Gayatri.
Berdasar hasil sampling yang telah diambil, sesuai dengan hitungan analisa usaha yang telah dituangkan dalam kajian teknis. Keuntungan per hari dari program ini mencapai Rp 17.140 sampai Rp 24.640. Dengan keuntungan perbulan, Rp 514.200 sampai Rp 739.200.
’’Keuntungan ini sudah bisa menambah pendapatan kategori rentan. Sehingga, diharapkan KPM nantinya bisa keluar dari data kemiskinan,” ujarnya. Untuk menaikkan pendapatan, lanjut Elfia, dapat dilakukan beberapa upaya.
Meliputi, self-mixing pakan sendiri secara berkelompok dengan mencampurkan jagung dan dedak; Meminimalisasi penggunaan obat-obatan atau vitamin dengan memanfaatkan rempah-rempah; Menjual telur langsung ke konsumen, warung, atau secara online untuk harga lebih tinggi.
Juga, memanfaatkan kotoran ayam sebagai pupuk; Bekerja sama dengan BUMD, BUMDes, asosiasi, atau koperasi ternak untuk hulu hilirnya; serta akan melakukan pembuatan SE untuk ASN agar membeli telur dari program Gayatri melalui e-Bakul.
’’Melalui kebijakan program Gayatri, Bojonegoro berhasil mendapatkan Juara 1 Tingkat Provinsi Jawa Timur dalam lomba penilaian manajemen kelompok agribisnis peternakan katagori komoditas Unggas. Oleh, Kelompok Sumber Unggas Jaya Desa Margomulyo, Kecamatan Balen,” terangnya.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, membuka secara langsung kegiatan ToF tersebut. Sosok asli Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander tersebut mengatakan, program Gayatri ini dalam rangka pengurangan kemiskinan di Bojonegoro.
Saat ini Bojonegoro menduduki peringkat 28 dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Yakni, ada sekitar 11,69 persen, setara dengan 147,33 ribu jiwa atau sekitar 54.000 KK. Maka, secara berkelanjutan dan bertahap akan diberikan bantuan Gayatri. Baik dari APBD, DD, maupun CSR.
’’400 KPM Gayatri bersumber dari APBD telah direalisasikan di 10 desa, 5 kecamatan. Selanjutnya, di P APBD akan ada 5.000 KPM yang akan diberikan secara merata kepada seluruh desa,” ujarnya.
Wabup berharap, program Gayatri dapat membantu masyarakat miskin di Bojonegoro. Menjadikan masyarakat mandiri secara ekonomi. Dan, menurunkan angka kemiskinan. ’’Harapannya, bisa membantu warga miskin dan menjadikan masyarakat sejahtera,” pungkasnya. (*/ewi)
Editor : Yuan Edo Ramadhana