RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turut hadir dalam Sarasehan dan Temu Bisnis di Pendapa Malowopati Bojonegoro pada Rabu malam (16/7). Kegiatan tersebut membuka rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas), dengan Bojonegoro mendapat kehormatan selaku tuan rumah.
Meskipun tidak dapat hadir secara langsung karena tugas di Jakarta, Kang Emil nampak antusias dalam membicarakan potensi koperasi di Jawa Timur. Melalui sambungan Zoom, Wagub Emil meyakini koperasi dapat menjadi gerbang baru Nusantara, serta menjadi penghubung ekonomi antar industri.
“Istilah ‘Gerbang baru Nusantara’ adalah sebuah titik terang bagi Jawa Timur untuk menjawab realita tantangan hari ini dan masa depan. Hari ini Jawa Timur telah menjadi pusat manufaktur industri dan pedagangan di Indonesia, dengan sumbangan 1/5 dari volume perdagangan Indonesia,” jelas Emil.
Beranjak dari situ, Emil menerangkan, pemerintah RI ingin membentuk pembangunan di luar wilayah Jawa. Sehingga agar industri Jawa Timur dapat bertahan di tengah desentralisasi industri, industri Jatim wajib naik kelas.
“Sebagai daerah kaya sumber daya alam, kami berharap Bojonegoro dapat mewujudkan visi daerah dengan SDM mumpuni dan kuat infrastrukturnya,” lanjut Kang Emil.
Kekuatan infrastruktur dan industri dapat dibangun dari tingkat koperasi , yang menjadi tumpuan ekonomi yang berkeadilan dan bersifat dari bawah ke atas.
“Koperasi dapat menjadi wadah perekonomian, terutama di tingkat desa, diantaranya dengan program Koperasi Desa Merah Putih yang dapat menangkap peluang ekonomi desa, dan mendistribusikan hasilnya secara berkeadilan kepada masyarakat,” jelas Emil.
Kang Emil berharap melalui Kopdes Merah Putih, ekonomi desa yang kuat dan bergairah dapat terwujud.
“Yang kita dorong adalah sinergi antara industri besar dengan industri kecil, apabila ekonomi desa semakin matang dan kokoh, makan daya beli masyarakat desa meningkat dan diharapkan bisa menyerap produk dan jasa yang dihasilkan di Jawa Timur,” tambah Emil.
Selain itu, Emil juga berharap koperasi di perkotaan dapat semakin maju dan dapat menjadi tulang punggung ekonomi. Sebagai perbandingan, Emil mengambil contoh koperasi tempat ia berbelanja saat di Singapura.
“Di luar negeri, koperasi pertanian sangat maju. Contoh di Singapura, salah satu supermarket yang dulu saya sering jadikan tempat berbelanja yakni NTUC (Kongres Persatuan Dagang Singapura), itu juga berbentuk koperasi,” ujarnya mengenalkan salah satu koperasi terbesar di dunia tersebut.
“Artinya saat manufaktur kita terus berdaya saing, kemudian peluang ekonomi ditangkap melalui koperasi tersebut, kita dapat dua hal sekaligus: Perekonomian dari manufaktur, dan efek penggandanya yang dapat dirasakan oleh masyarakat melalui koperasi,” lanjut Kang Emil menggambarkan hubungan ideal antara industri dan koperasi.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan hadir pada puncak peringata Harkopnas pada Kamis siang (17/7). Acara puncak ditandai dengan pembukaan pasar rakyat UMKM dan pemecahan rekor MURI tari kolosal di Stadion letjend Soedirman Bojonegoro. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana