RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Wajah Alun-Alun Bojonegoro bakal berubah, rencana itu setelah Bupati Bojonegoro membahas revitalisasi alun-alun bersama para organisasi perangkat daerah (OPD) pada agenda Ngopi Bareng Pak Bupati yang digelar di Pendapa Malowopati Rabu (11/6) pagi.
Berhubungan dengan visi yang ingin menjadikan Alun-Alun Bojonegoro terkonsep lebih modern, namun tetap menjaga nilai historis.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, alun-alun menjadi sangat penting karena merupakan titik temu banyak orang. Alun-alun, Pendapa, Masjid, dan Pasar merupakan satu kesatuan secara tradisional. Tidak mungkin terpisah.
Fungsi utama Alun-alun sebagai tempat berinteraksi, berkumpul, dan berdiskusi. Dengan didukung oleh sarana prasarana yang memadai.
Termasuk fasilitas untuk semua kalangan, tidak terkecuali anak-anak. ‘’Ini adalah satu kesatuan. Jadi, ada Alun-alun, Pasar, Masjid, dan Pendapa. Harus satu gambar, tidak mungkin terpisah,’’ katanya.
Menurutnya, kondisi alun-alun saat ini, termasuk area pasar, masih kurang tertata. Untuk itu, orang nomor satu di Pemkab Bojonegoro tersebut telah meminta tim ahli dengan referensi Internasional untuk merancang konsep penataan yang komprehensif.
Salah satu tantangan dalam hal ini, yakni terkait parkir dan keberadaan pedagang kaki lima (PKL).
Sehingga, perlu adanya solusi inovatif dengan mencari lahan parkir yang terpusat dan mengintegrasikannya dengan sentra UMKM.
Adanya alternatif lahan di sekitar Alun-alun dapat dimanfaatkan untuk hal tersebut. Dengan begitu, tidak ada kemacetan karena PKL yang berada di pinggir jalan.
‘’Pedagang-pedagang itu tidak boleh tidak ada, harus tetap ada. Tapi, tempatnya di tempat yang memang orang mau beraktivitas di Alun-alun ini juga harus diperhatikan betul,’’ lanjutnya.
Pria asli Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo tersebut menegaskan, pentingnya memiliki gambar atau rencana induk yang matang.
Serta, terstandarisasi secara Internasional. Guna memastikan proyek penataan Alun-alun berkelanjutan dan tidak mudah diubah oleh kepemimpinan berikutnya.
‘’Saya ingin anak cucu kita punya daya berpikir Internasional dan lebih Internasional. Saya kira itu mimpi saya,’’ ujarnya. (ewi)
Editor : Muhammad Suaeb