RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kegiatan Bojonegoro Wastra Batik Festival 2025 menghabiskan sekitar Rp 3 miliar. Klaimnya ini lebih sedikit dari anggaran dipasang karena efisiensi. Sekaligus digabung dengan dua agenda lainnya, Pemilihan Kange Yune 2025 dan lomba desainer muda.
"Dalam rangka untuk mengangkat batik Bojonegoro dan menjadi bagian belajar referensi batik Jatim, Jawa Tengah. Ini kali kedua dilaksanakan," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Welly Fitrama kemarin (7/6).
Welly melanjutkan, kegiatan itu digelar selama empat hari dari 18-21 Juni. Berbeda dari pameran batik sebelumnya yang berdiri sendiri, kali ini digabung dengan dua agenda lain karena adanya aturan efisiensi.
"Dari (anggaran) sekitar Rp 3 miliar itu di dalamnya nanti ada pamerannya, pemilihan kange yune, dan desainer muda yang tahun ini tema batik itu," jelasnya.
Berdasar data aksi program unggulan festival batik dianggarkan Rp 3,5 miliar. Kemudian, pemilihan kange yune sebesar Rp 1,07 miliar dan lomba desain motif batik Rp 172,7 juta. Namun, karena efisiensi, kata dia, digabung dan dikepras menjadi sekitar Rp 3 miliar.
Dia menambahkan, dalam acara yang digelar di Alun-Alun Bojonegoro itu turut mengundang 38 kabupaten/kota se-Jatim dan bekerja sama dengan dewan kerajinan nasional daerah atau dekranasda. Juga, menghadirkan pelaku usaha maupun budaya batik dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
"Harapannya ini bisa meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat warga Bojonegoro. Warga sekitar alun-alun, pedagang kaki lima, hingga hotel besar yang diharapkan bisa meningkatkan okupansi. Serta, berdampak lebih besar lagi di bidang ekonomi lainnya," harap pria pernah menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro itu. (yna)