Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Cepu, Kota Kecil dengan Sejarah Besar yang Bersiap Bangkit Kembali

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 30 Mei 2025 | 18:15 WIB
MEGAH DAN MODERN : Terminal Cepu telah direnovasi sebagai terminal bus antar kota yang megah dan modern.(DOK.RADAR BOJONEGORO)
MEGAH DAN MODERN : Terminal Cepu telah direnovasi sebagai terminal bus antar kota yang megah dan modern.(DOK.RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di ujung timur Provinsi Jawa Tengah dan berbatasan dengan wilayah barat Provinsi Jawa Timur, terdapat sebuah kota kecil bernama Cepu. Meski kini hanya berstatus sebagai kota kecamatan dalam wilayah Kabupaten Blora, sejarah mencatat bahwa Cepu pernah menjadi kota strategis bertaraf nasional di masa lalu. Yakni sebagai pusat industri perminyakan, perkeretaapian, dan kehutanan pada masa kolonial Belanda hingga awal kemerdekaan.

Jejak kejayaan masa lalu itu masih bisa dilihat hingga kini. Stasiun Cepu, misalnya, menjadi salah satu simpul kereta api penting yang menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dulu, stasiun ini sibuk dengan lalu lintas pengangkutan minyak dan kayu jati, dua komoditas unggulan Cepu. Heritage Loko Tour yang masih beroperasi hari ini adalah saksi bisu kejayaan jalur kereta khusus untuk hasil hutan jati di era kolonial.

Cepu juga dikenal sebagai kota minyak. Pada awal abad ke-20, perusahaan Belanda BPM (cikal bakal Royal Dutch Shell) menemukan dan mengeksploitasi sumber minyak bumi di kawasan Ledok dan Nglobo. Hingga hari ini, kegiatan eksplorasi minyak masih berlangsung, bahkan skala nasional, dengan keberadaan Blok Cepu, yang dioperasikan oleh ExxonMobil dan Pertamina.

Tak heran jika pada masa itu, berbagai fasilitas publik kelas satu hadir di Cepu, dari terminal dan stasiun kelas A, pendidikan perminyakan nasional seperti Akademi Minyak dan Gas (Akamigas), perbankan, rumah sakit, hingga sekolah kehutanan tertua. Cepu menjadi magnet bagi para teknisi, insinyur, dan pekerja dari seluruh nusantara.

Namun, roda waktu membuat pamor Cepu meredup. Reformasi administrasi daerah dan perkembangan infrastruktur di daerah-daerah lain membuat Cepu tertinggal. Kini, Cepu hanya menjadi kecamatan, meski potensinya tetap luar biasa.

Melihat hal itu, muncul konsep ambisius membangkitkan Cepu kembali sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional melalui konsep “Cepu Raya”. Gagasan ini melibatkan kerja sama antarwilayah yang mengelilingi Cepu, seperti Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Blora, Kabupaten Rembang, dan Ngawi, dengan Cepu sebagai episentrum.

Salah satu langkah awal konkret adalah menjadikan Cepu sebagai Kota Vokasi. Tidak hanya mengandalkan keberadaan Politeknik Energi dan Mineral Akamigas, dalam waktu dekat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) juga akan membuka kampus cabang di Cepu. ‘’Keberadaan mahasiswa dari berbagai daerah di beberapa perguruan tinggi tersebut membuat  aktivitas pendidikan ini diyakini akan menghidupkan ekonomi lokal, dari sektor kuliner, penginapan, transportasi, hingga kebutuhan harian lainnya,’’ kata Bupati Blora, Arief Rohman.

Data dari BPS Blora tahun 2023 menunjukkan bahwa sektor pendidikan dan transportasi di Cepu menyumbang lebih dari 30 persen aktivitas ekonomi lokal. Dengan revitalisasi pendidikan vokasi dan optimalisasi fasilitas yang sudah ada, seperti terminal bus antarkota, jaringan rel kereta api nasional, termasuk Bandara Ngloram, Cepu punya modal kuat untuk tumbuh menjadi pusat ekonomi kawasan.

Cepu memang cukup istimewa. Sudah punya modal sejarah, infrastruktur, dan SDM. Sehingga memiliki potensi besar dibangkitkan kembali potensinya. Apalagi dengan kolaborasi lintas daerah, Cepu bisa jadi episentrum pertumbuhan baru di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. (feb)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Jawa Timur #minyak bumi #pertamina #stasiun cepu #Jawa Tengah #cepu #exxonmobil #bojonegoro #Cepu Raya #blora