Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Penyerapan APBD Bojonegoro Baru 39,45 Persen, Pj Sekda: SIPD Sangat Lemot

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 18 Oktober 2024 | 19:15 WIB
SERAPAN MINIM: PNS sedang melintas di halaman gedung Pemkab Bojonegoro, menjelang akhir tahun ini serapan masih minim. (WAHYU DHANI ALFIANSYAH/RADARBOJONEGORO)
SERAPAN MINIM: PNS sedang melintas di halaman gedung Pemkab Bojonegoro, menjelang akhir tahun ini serapan masih minim. (WAHYU DHANI ALFIANSYAH/RADARBOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Angka serapan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro 2024 masih rendah. Berdasar data dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro per Rabu (16/10), total belanja daerah baru mencapai 39,45 persen.

Tepatnya, dari total Rp 8,2 triliun APBD 2024, realisasi belanja baru tercapai sekitar Rp 3,2 triliun. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Djoko Lukito membenarkan, serapan APBD saat ini masih rendah.

Dari sisi pekerjaan umum memang belum maksimal. Seperti, di Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Penataan Ruang (DPUBMPR) dan Dinas PU Sumber Daya Air (DPUSDA). ’’Proses lelang agak mundur, tapi sekarang sudah mulai on the track untuk pelaksanaannya,” ujarnya.

Dia mengatakan, ada kendala pada Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) yang membuat lama proses pencairan. Karena server di pusat hanya mutar saja alias lemot. Jadi, terkendala masalah teknis, kaitannya dengan SIPD.

Terkait kendala ini, juga telah dilakukan pengiriman surat ke pemerintah pusat untuk meminta solusi. ’’Berdasar laporan dari BPKAD, sehari hanya bisa mencetak 10 surat perintah membayar (SPM). Sedangkan, jumlah SPM yang masuk ada ratusan,” tambahnya.

Menurut Asisten Daerah (Asda) 1 Pemkab Bojonegoro tersebut, Pj Bupati Bojonegoro telah melakukan rapat evaluasi dan mendorong percepatan penyerapan. Mengingat, penyerapan saat ini belum ada 40 persen.

Adapun serapan terendah di DPUBMP. Tapi, biasanya nanti mendekati akhir tahun langsung besar penyerapan di DPUBMPR. ’’Kami sudah dorong semua rekanan, tapi SIPD lemot. Tidak hanya lemot, tapi sangat-sangat lemot ini,” tuturnya.

Djoko melanjutkan, sebagian organisasi pemerintah daerah (OPD) di Bojonegoro sudah ada yang melakukan perencanaan di tahun sebelumnya, untuk pelaksanaan kegiatan di tahun anggaran. Seperti, perencanaan di tahun 2024 untuk pelaksanaan kegiatan di 2025.

Tapi, sebagian lainnya masih melaksanakan perencanaan dan pelaksanaan dalam waktu satu tahun. Jika dilakukan dalam waktu satu tahun, maka tentu akan memakan waktu. ’’Proyek besar perlu dipercepat, harusnya perencanaan di tahun sekarang untuk pelaksanaan di tahun depan. Kami berupaya melakukan perbaikan-perbaikan,” pungkasnya. (ewi/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#djoko lukito #Pemkab #Mendorong #Penyerapan #spm #pj bupati #DPUSDA Bojonegoro #DPUBMPR #server #bina marga #apbd #apbd bojonegoro #BPKAD #bojonegoro #Pj Sekda #Percepatan #SIPD #opd #serapan #pekerjaan umum #dinas