BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Seleksi pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja (PPPK) di Bojonegoro masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat. Meski pendaftaran hingga Senin (2/9) belum dibuka, namun 300 guru honorer asal Bojonegoro menunggu kejelasan pada rekrutmen tahun ini.
Lely Setyorini salah satu guru honorer atau guru tidak tetap (GTT) menyampaikan, bahwa PPPK 2024 diharapkan menjadi tahun terakhir untuk mengentaskan guru honorer. Khususnya yang telah berstatus P atau lolos passing grade pada tahun sebelumnya.
’’Ingin kami guru-guru yang berstatus P dan guru swasta, bisa lolos,” harapnya. Menurutnya, PPPK menjadi harapan terakhir para guru honorer. Sebab, rerata GTT sudah berusia 35 tahun ke atas dan tidak mungkin kalau harus ikut pada rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang telah dibuka Agustus lalu.
’’Umur tentu tidak mencukupi karena rerata sudah lebih 35 tahun,” bebernya. Guru asal Kecamatan Dander tersebut menambahkan, bahwa terdapat pihaknya bakal meminta keadilan seandainya usulan ke KemenPAN-RB tersebut tak bisa terpenuhi. ’’Kami minta keadilan, ingin kami sekitar 300 guru bisa berkumpul,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro Aan Syahbana menyampaikan, bahwa pihaknya telah berusaha mengakomodasi keinginan guru GTT, hingga mengirimkan surat ke KemenPAN-RB.
Agar memprioritaskan honorer pada seleksi PPPK 2024. ’’Tapi keputusan tersebut sepenuhnya kebijakan pemerintah pusat,” bebernya. Sementara itu, terkait dibukanya rekrutmen PPPK tahun ini, pihaknya masih menunggu juknis dari pemerintah pusat, sebelum dimulainya pendaftaraan. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana