BLORA, Radar Bojonegoro - Meski belum menunjukkan kepastian, diprediksi persaingan menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 bakal mengerucut menjadi dua kubu. Pertama, kubu petahana yang mana mengusung Arief Rohman. Lalu, kubu kedua yakni, gabungan partai-partai yang tidak ikut kubu petahana. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Hakim menyampaikan, bahwa PKB bakal mengusung Arief Rohman sebagi bakal calon bupati Blora pada Pilkada 2024.
Hal itu bukanlah tanpa sebab. Lantaran Arief Rohman selama menjadi bupati memiliki popularitas yang tinggi. Dan, program serta kebijakannya bagus. ’’Kami di DPC PKB mengusulkan dan menghendaki Pak Arief maju lagi,” katanya.
Menurutnya, jika nanti hal itu disetujui dan diterima dewan pimpinan wilayah (DPW) serta dewan pimpinan pusat (DPP), maka DPC tinggal membuka pendaftaran untuk bakal calon wakilnya saja. ’’Untuk wakil sih fleksibel ya. Kami pede mencalonkan Pak Arief,” tambahnya.
Gus Hakim akui sudah didekati beberapa partai untuk berkomunikasi. ’’Mereka menyatakan siap mendampingi. Belum ada yang menawari kami untuk jadi wakil mereka. Dengan begitu kami pede mencalonkan Pak Arief jadi calon bupati. Tinggal wakil menunggu survei,” jelasnya.
Modal sebelas kursi DPRD Blora yang diraih PKB sebenarnya sudah melampaui ambang batas untuk bisa menyalonkan bupati dan wakil bupati tanpa berkoalisi. Namun, tampaknya tetap akan menggandeng beberapa partai.
Adapun partai-partai di luar yang digandeng PKB berpotensi akan menjadi poros kedua. Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Blora Siswanto menyebut, pihaknya juga sudah menjalin komunikasi politik dengan berbagai partai lain.
Bahkan, ada tokoh non partai yang ingin maju lewat Golkar. ’’Pak Kamadjaya menyatakan keinginan begitu. Tapi, kami secara resmi belum buka pendaftaran,” imbuhnya.
Sejauh ini pihaknya memang mendapatkan intruksi dari pusat untuk menjalin komunikasi. Belum pada tahap pembukaan pendaftaran bakal calon bupati. ’’Ada juga Pak Kokok dari Gerindra yang mengajak juga. Anaknya yang diajukan. Tapi, sebagai calon bupati atau wakil belum ada pembicaraan lebih lanjut,” tuturnya.
Ia akui belakangan ini sempat bertemu dengan partai lain seperti PKB, Nasdem, hingga Perindo untuk melakukan penjajakan. Namun, belum ada kepastian arah koalisi. ’’Kalau dengan PDIP Mbah Dasum, ya komunikasi. Tapi, belum ada arah. Mereka kan ada penjaringan dan pendaftaran dari instruksi pusat,” tambahnya. (hul/bgs)
Editor : Hakam Alghivari