Ketua BME Bantah Bendahara, Sebut Administrasi Lengkap

Achmad Syaeroyzi • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 08:57 WIB
PRODUKTIF: Produksi minyak dari Desa Plantungan di bawah naungan Blora Migas Energi (BME) hendak dikirim ke Pertamina. (IST./RDR.BJN) 
PRODUKTIF: Produksi minyak dari Desa Plantungan di bawah naungan Blora Migas Energi (BME) hendak dikirim ke Pertamina. (IST./RDR.BJN) 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ketua Blora Migas Energi (BME) Sutrisno membantah sejumlah pernyataan Bendahara BME Ahmad Hanafi terkait tata kelola koperasi. Sutrisno menegaskan administrasi BME lengkap sehingga kerja sama pengelolaan sumur minyak rakyat dengan Pertamina dapat berjalan.

Kerja sama tersebut dilakukan di Jakarta pada 21 April dan disaksikan SKK Migas. 

“Pertamina menerima karena administrasi kita sudah lengkap. Masak Pertamina menerima tanpa stempel, kan tidak mungkin,” tegas Sutrisno.

Menurutnya, setiap pengajuan pencairan kepada Pertamina menggunakan stempel dan invoice. Pencairan dilakukan setiap 15 hari sekali dan hingga kini sudah lima kali.

“Setiap pengajuan pasti ada stempel. Pencairan dengan Pertamina sudah lima kali dan tidak ada masalah,” katanya.

Sutrisno juga membantah soal ketiadaan kantor. Dia menyebut kantor BME berada di Desa Sendangharjo, Kecamatan Blora. Berkas pendirian kantor tersebut, lanjut dia, diambil dari kepala desa sebagai persyaratan operasional dan perizinan koperasi.

Terkait persoalan internal, Sutrisno menyatakan akan membahasnya bersama pengurus dan dewan pengawas.

Baca Juga: 15 Ribu Liter Minyak Mentah Koperasi BME Dikirim ke Pertamina

“Ini koperasi, dasarnya kebersamaan. Sudah beberapa kali internal ini dirusuhi sendiri. Ke depan akan kita rapatkan, keputusannya seperti apa nanti bersama-sama,” katanya.

Sebelumnya, Bendahara BME Ahmad Hanafi di hadapan tim gabungan lintas instansi mengungkap sejumlah persoalan internal. Hanafi mengaku tidak mengetahui bentuk stempel resmi BME.

Dia juga mempertanyakan keberadaan kantor, keanggotaan warga Desa Plantungan, MoU dengan pemdes maupun BUMDes, hingga mekanisme pengangkatan Sutrisno sebagai ketua yang disebut belum melalui RAT.

“Kantor BME itu di atas bumi di atas langit, alias awang-awang. Kita ingin ada RAT, karena Mbah Tris ujuk-ujuk jadi ketua tanpa melalui RAT. Saya haq lillah hita’ala, itu stempelnya tidak tahu. Stempel BME bentuknya seperti apa saya tidak tahu,” imbuhnya. (ozi/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
bme administrasi Koperasi Instansi minyak