RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pesantren YAHQI di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, menjadi sorotan publik usai memberangkatkan santrinya mengikuti program edutrip ke luar negeri. Bukan hanya satu, melainkan tiga negara sekaligus menjadi destinasi, yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand.
YAHQI tercatat sebagai pesantren pertama di Bojonegoro yang mengadakan edutrip internasional. Rombongan berangkat pada 17 November 2025 melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya, dan menjalani rangkaian kegiatan selama enam hari. Seluruh peserta telah kembali ke Indonesia pada 23 November 2025.
Program ini dipandang sebagai langkah progresif di dunia pendidikan pesantren. Ketika banyak sekolah atau pesantren memilih Bali, Yogyakarta, atau Bandung sebagai tujuan study tour, Pesantren YAHQI justru membawa para santrinya melintasi perbatasan negara.
Selain perjalanan edukatif dan budaya, kegiatan ini difokuskan untuk melatih kepercayaan diri serta kemampuan komunikasi para santri yang terbiasa menggunakan empat bahasa internasional: Inggris, Arab, Mandarin, dan Jepang.
Singapura Jadi Destinasi Pembuka
Negara pertama yang dikunjungi adalah Singapura. Selama di Negeri Singa, santri YAHQI mengeksplorasi sejumlah landmark seperti Merlion Park, Universal Studios Singapore, Gardens by the Bay, dan Little India.
Tidak hanya berwisata edukatif, rombongan juga melakukan campus visit ke Nanyang Technological University (NTU), salah satu kampus terbaik dunia.
Kunjungan ini memberikan wawasan langsung mengenai ekosistem pendidikan berkelas global dan kesempatan belajar mengenai budaya akademik internasional.
Presentasi Akademik di Universiti Malaya
Perjalanan berlanjut ke Malaysia. Selama dua hari, rombongan mengunjungi sejumlah lokasi penting seperti Masjid Putra, Merdeka Square, Menara Kembar Petronas, Belice Chocolate Kingdom, Sungai Weng Plaza, Bukit Bintang, Pavilion, dan Batu Caves.
Salah satu agenda utama adalah presentasi akademik di Universiti Malaya, kampus unggulan di kawasan Asia Tenggara.
Pada sesi ini, santri YAHQI mempresentasikan proyek dan karya kelompok menggunakan Bahasa Inggris di hadapan pihak kampus.
Momen tersebut menjadi latihan nyata keberanian berbicara, kerja tim, dan kemampuan berargumentasi di forum internasional.
Thailand Menjadi Penutup Rangkaian Perjalanan Edutrip
Thailand menjadi negara terakhir dalam rangkaian program edutrip. Rombongan melakukan school visit ke Islamic Wittaya School, lembaga pendidikan Islam yang menyambut hangat kedatangan santri YAHQI.
Dalam kegiatan tersebut, para santri menampilkan syarhil yang dikolaborasikan dengan beberapa bahasa internasional, serta mengikuti agenda pertukaran budaya dan diskusi pendidikan.
Program edutrip ini menjadi bukti keseriusan Pesantren YAHQI dalam menghadirkan pengalaman belajar berskala internasional.
Tidak hanya memperluas wawasan dan jejaring pelajar, program ini diharapkan melahirkan generasi santri yang adaptif, percaya diri, dan siap berkompetisi dalam lingkungan global. (*/kam)
Editor : Hakam Alghivari