Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Warga Kradenan Ditemukan di Kalitidu

Achmad Syaeroyzi • Jumat, 23 Januari 2026 | 08:30 WIB
LAKUKAN EVAKUASI: Petugas gabungan mengevakuasi jasad Gami, korban tenggelam di DAS Bengawan Solo
LAKUKAN EVAKUASI: Petugas gabungan mengevakuasi jasad Gami, korban tenggelam di DAS Bengawan Solo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Upaya tiga hari peroses pencarian Gami, 75, korban tenggelam di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo, tepatnya di Kecamatan Kradenan, Blora akhirnya membuahkan hasil. Korban asal Dusun Ngandong RT 01/RW 04, Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan itu ditemukan meninggal di Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Rabu (21/1) menjelang petang.

Proses pencarian selama tiga hari melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur, antara lain BPBD Blora, BPBD Bojonegoro, Basarnas USS Rembang dan Bojonegoro, Tagana Blora, SAR MTA, PMI, MDMC, Kamboja Rescue, serta unsur TNI dan perangkat.

Tim SAR sempat melakukan penyisiran sungai dari titik awal di wilayah Desa Medalem hingga Desa Nglungger, Kecamatan Cepu, Blora. Sementara tim lainnya menyisir aliran sungai dari Kecamatan Cepu hingga Bendung Gerak Bojonegoro.

Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, titik korban tenggelam dengan titik penemuan berjarak sekitar puluhan kilometer (km). Kalaksa BPBD Blora Mulyowati menyampaikan, penemuan korban terseret cukup jauh dari titik lokasi awal.

“Korban ditemukan Rabu sekitar pukul 17.00 WIB di Bendung Gerak Bojonegoro dengan kondisi meninggal dunia,” katanya.

Setelah dievakuasi, lanjut dia, dilakukan pendampingan terhadap jenazah korban ke RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoema Bojonegoro untuk memastikan identitas. “Pukul 21.00 WIB (Rabu malam, red) setalah pemeriksaan dan pencocokan identitas, benar A1 itu Mbah Gami yang tenggelam di Bengawan Solo,” terangnya.

Lebih lanjut, Mulyowati memastikan, tidak ada unsur kekerasan ataupun lainnya pada tubuh korban, yakni murni kecelakaan air. Korban Gami diperkirakan terpeleset ketika sedang buang air besar (BAB) di aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu. Arus yang deras pasca intensitas hujan tinggi, membuat tubuh nenek tua renta itu terseret cukup jauh.

“Ini murni kecelakaan air, tidak ada unsur kekerasan dan saya lihat di daerah tersebut jarang ada WC atau kamar mandi mungkin jadi aktivitas seperti mandi dan BAB ke sungai,” katanya.

Pihaknya mengimbau, aktivitas keseharian masyarakat di daerah tersebut ketika mandi atau BAB jangan di sungai, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. ‘’Kami sudah koordinasikan dengan masyarakat, Pemerintah Desa, bahkan kecamatan untuk segera bisa membuat WC umum,’’ pungkasnya. (ozi/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kalitidu #BPBD Blora #bengawan solo #bpbd bojonegoro #rembang #cepu #Sungai #basarnas #aliran sungai #kradenan #blora