RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Penyelenggara Olimpiade Matematika SD/MI yang berujung ricuh bakal mengganti kerugian peserta, namun mekanisme pengembalian dana menunggu pertemuan dengan pemerintah daerah hari ini (9/11).
Orang tua siswa menilai pelaksanaan tidak tertib dan menyebabkan kepanikan saat penjemputan anak.
“Siap mengganti (kerugian),” ungkap Kapolsek Kota Bojonegoro AKP Agus El Fauzi kemarin (8/11).
Namun, kata dia, teknis pelaksanaan pengembalian dana masih harus menunggu hasil rapat lanjutan. “Besok pertemuan di pemkab,” jelasnya.
Sebelum kegiatan berlangsung, panitia disebut telah menggelar rapat koordinasi dan meminta pengamanan. Namun, jumlah peserta yang hadir ternyata tidak sesuai prediksi awal.
“Seribu (peserta) dulu, tapi menurut penyelenggara 2.000 itu,” ungkap pihak kepolisian mengenai lonjakan peserta yang dinilai tidak terantisipasi.
Di sisi lain, keluhan dari orang tua peserta bermunculan, terutama terkait minimnya kesiapan teknis di lapangan.
Salah satu orang tua menilai proses sejak pendaftaran ulang hingga keluarnya peserta dari gedung berlangsung kacau.
“Benar-benar di luar prediksi, kurang persiapan. Tidak tertib sama sekali saat pendaftaran ulang, masuk gedung, sampai keluar gedung ketika olimpiade selesai pun tidak tertib,” ujar Silvie, salah satu orang tua peserta.
Menurutnya, kondisi paling panik terjadi saat penjemputan, ketika barisan orang tua berdesakan di depan pintu mencari anak masing-masing. “Semua bingung mencari anaknya, saling dorong," imbuhnya. (dan/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko