RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pencarian Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terhadap pendaki gunung asal Brazil, Juliana De Souza Pereira Marins belum membuahkan progres signifikan. Meskipun telah ditemukan Senin (23/6), halangan medan dan peralatan membuat Basarnas kesulitan mengevakuasi Juliana hingga Selasa (24/6).
Juliana ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri melalui pencarian drone. “Posisi korban lalu ditarik garis dari tempat jatuhnya korban ternyata lebih dari 400 meter,” jelas Kepala Basarnas, Marsekal Muda TNI Mohammad Syafii kepada awak media setempat pada Selasa siang.
Menurut Marsekal Syafii, tim Basarnas kesulitan mencapai lokasi Juliana. “Rata-rata tali yang waktu itu dibawa memang berkisar di 250 meter. Sehingga perlu ada tambatan lagi untuk disambungkan ke bawah, ternyata kondisi jurang tidak memungkinkan untuk membuat tambatan tali tersebut,” lanjutnya.
Laporan BPBD Lombok Timur dan Balai Taman Nasional (BTN) Gunung Rinjani menyebutkan ada dua overhang atau kelebihan tanah di tebing gunung yang membuat panjang tali tidak cukup untuk menjangkau Juliana dengan hanya tali saja. Selain itu, kabut tebal juga menghalangi proses evakuasi pada Senin.
Sehingga diputuskan proses evakuasi dilaksanakan menggunakan helikopter, namun hal tersebut juga bergantung pada cuaca. “Helikopter TNI dan basarnas diperkirakan tiba di Bandara Zainuddin Abdul Madjid pukul dua siang,” papar gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal.
Untuk memudahkan proses evakuasi , BTN Gunung Rinjani memutuskan menutup sementara jalur pendakian gunung tersebut per Selasa. “Aktivitas pendakian ditutup sementara hingga proses evakuasi selesai,” bunyi pengumuman dari BTN.
Namun tidak semua jalur pendakian ditutup, dengan hanya rute ke puncak gunung yang terdampak. Pendakian masih dapat dilakukan hingga Pos Pelawangan 4 Sembalun. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana