RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Setelah mengalami peningkatan status Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo menujukkan level siaga merah pada Senin (19/5), sehari kemudian sempat turun pada level siaga hijau. Namun, status turunnya tidak berjalan lama. Pada Selasa pagi (20/5) TMA kembali merangkak naik ke level siaga merah lagi. Puncaknya siaga merah di angka 14.72 mdpl pada pukul 18.00 wib.
Dampak pergerakan naiknya TMA tersebut, permukiman warga di kawasan kota dan sekitar tadi malam mulai pukul 19.00 wib hingga pada tengah malam kembali tergenangi. Yakni, di Kelurahan Ledok Wetan, Ledok Kulon, Jetak. Sedang desa terdekat kota yakni di Desa Sukoharjo, Leran (Kalitidu), Ngablak, Ngulanan (Dander) serta Desa Banjarsari (Trucuk). Namun, Rabu pagi permukiman warga di wilayah tersebut sudah berangsur cepat surutnya.
Sementara itu, setelah di wilayah kawasan kota berangsur surut, banjir luapan Bengawan Solo di Bojonegoro masih berdampak di daerah hilir. Yakni di Desa Bogo, Kecamatan Kapas, Desa Simbatan dan Cangaan, Kecamatan Kanor. Selain itu desa terdampak lainnya juga terjadi di wilayah Kecamatan Baureno. Diantaranya Desa Lebaksari, Kadungrejo dan Kalisari.
Dampak banjir di Kecamatan Baureno ini genangan airnya lebih tinggi. Bahkan, diperkirakan akan mengalami surut lebih lama dibanding kawasan desa/kelurahan di kota. Sebab, daerah Baureno ini selain berada di daerah hilir Bengawan Solo, juga berada di ujung Kali Semar yang turut menyuplai air yang masuk ke Bengawan Solo.
Menurut Budi Santoso, salah satu relawan dari Elang Bengawan Rescue (EBR) mengatakan, banjir luapan akibat debit air Bengawan Solo naik yang paling parah berada di daerah hilirnya bengawan.
"Daerah hilir akan terkena dampak yang lebih parah. Jika dilihat dari angka dan level TMA, permukiman dan rumah warga akan tergenang. Dan di daerah hilir ini, khususnya di Baureno bisa diperkirakan lebih lama terendamnya. Karena di Baureno juga salah satu ujungnya sungai besar, yakni air dari Kali Semar masuk ke Bengawan Solo," jelasnya
Dampak banjir dari luapan Bengawan Solo yang mengganangi permukiman warga di Kecamatan Baureno, Desa Lebaksari 129 rumah, jalan poros desa putus panjangnya sekitar 100 meter. Sedang di Desa Kalisari menggenangi 420 rumah. Selain permukiman rumah warga, banjir juga menggenangi beberapa infrastruktur umum, yakni masjid, musola, sekolahan SD dan MI serta balai desa dan polindes di dua desa tersebut.
Dua desa ini terdampak genangan banjir di dalam rumah rata-rata 20 hingga 50 sentimeter. Sedang di jalan lingkungan dan poros desa ketinggian air mencapai 50 sampai 150 sentimeter. Sedangkan di area pertanian sawah dua meter lebih. (cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana