RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Masyarakat Bojonegoro terus waspada akan bencana banjir. Bahkan, ketika air bah dari wilayah anak sungai dan hutan telah surut. Kali ini genangan air berasal dari Sungai Bengawan Solo yang masuk status siaga 3 atau merah kemarin (20/15), membuat desa di sekitarnya.
‘’Banjir yang dari selatan (wilayah hutan) sudah surut,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Heru Wicaksi.
Menurutnya, banjir dari wilayah hutan hingga luapan kali telah surut seluruhnya. Namun, kemarin (20/5), mulai menggenangi desa di wilayah Bengawan Solo.
‘’Ada dua desa di Bengawan Solo, Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu dan Kelurahan Ledok Wetan, Kecamatan Kota,” imbuhnya sekitar pukul 15.00 kemarin (20/5).
Heru menambahkan, bahwa banjir tersebut akibat luapan Sungai Bengawan Solo yang telah memasuki status siaga 3 atau merah.
BPBD Bojonegoro melaporkan, berdasarkan sumber data dari Perusahaan Umum Jasa Tirta Divisi Jasa Asa III Bengawan Solo, wilayah Bojonegoro memasuki siaga 3 atau merah dengan tren naik.
Tinggi muka air (TMA) mencapai 14,67 meter di atas permukaan laut (mdpl) melebihi batas siaga merah yakni 14,04 mdpl.
Terpisah, Kepala Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu Sulistiawan mengungkapkan, bahwa banjir di wilayahnya hingga pukul 15:00 kemarin, akibat kiriman banjir dan dampak TMA Sungai Bengawan Solo. ‘’Butuh umum untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi warga, dan pompa air untuk menyedot air untuk dialirkan di sungai di wilayah tersebut,” terangnya.
Kades di salah satu penghasil migas itu menambahkan, bahwa dampak banjir tersebut menggenangi 4 RT, jalan poros desa dengan panjang 500 meter kedalaman 10-50 cm, dan jalan lingkungan paving dengan panjang 1 kilometer 10-120 sentimeter.
‘’Sebanyak 17 rumah terendam 10-110 sentimeter, 192 hektare tanaman padi, dan 14 kandang ternak,” imbuhnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana