RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Banjir bandang dan luapan sungai menyebar hingga tujuh kecamatan di Bojonegoro kemarin (12/5).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro masih terus melakukan pendataan, sebab tingginya intensitas hujan membuat sebaran banjir kian meluas.
Salah satu wilayah terparah yang terdampak banjir yakni Kecamatan Kepohbaru, bahkan terus meluas hingga kemarin. ‘’Untuk persawahan ada 10 desa tergenang, dan permukiman ada 5 desa,’’ ungkap Camat Kepohbaru Triguno Sudjono Prio.
Menurutnya, kawasan sawah tergenang meliputi Desa Sugihwaras, Sumbergede, Tlogorejo, Bumirejo, Woro, Nglumber, Mojosari, Pohwates, Karangan, dan Jipo. ‘’Permukiman tergenang yakni Desa Woro, Bumirejo, Tlogorejo, Sumbergede, Pohwates. Sebagian masih tergenang,’’ imbuhnya
Semetara itu, Kepala BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi menyampaikan, bahwa banjir mulai terjadi sejak Jumat (9/5) mulai wilayah Kecamatan Kepohbaru, dan hingga kemarin (12/5) masih terus melakukan proses pendataan wilayah terdampak banjir. ‘’Akibat hujan menyebabkan sungai meluap,’’ terangnya.
Hujan yang terjadi kembali terjadi pada Minggu (11/5) malam, kembali membuat banjir bandang melanda di wilayah Kecamatan Sekar.
Hujan dengan intensitas tinggi selama 2 jam terjadi merata, membuat banjir masuk permukkman di 42 KK kecamatan setempat. “Sungai meluap dan masuk ke pemukiman rumah warga di Desa Miyono, Sekar, dan Bobol,” katanya.
Berdasarkan data dihimpum, banjir melanda sebagian desa sedikitnya di tujuh Kecamatan yakni Kepohbaru, Sekar, Ngambon, Ngasem, Baureno, dan Sugihwaras.
Camat Ngasem Iwan Sopian menambahkan, bahwa banjir juga sempat melanda dua RT di Dusun Karanganyar, Desa Setren, Kecamatan Ngasem. "Kemarin akibat luapan Kali Gandong, dengan ketinggian air semata kaki tapi tidak berlangsung lama," ungkapnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana