RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kebakaran kilang minyak sumur tua di Kawasan Wonocolo, Kecamatan Kedewan pada Sabtu (15/3) lalu, menambah daftar panjang kebakaran di lokasi sumur tua. Butuh solusi jangka panjang, agar tak terjadi lagi.
Berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa itu sudah pernah terjadi di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, yang sempat menimbulkan ledakan pada 7 Februari 2024. Kemudian, 21 Maret 2023 kebakaran kilang minyak terjadi di Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan.
Sebelumnya, kebakaran juga terjadi pada di kilang turut Desa Wonocolo, pada 18 Juli 2021.
‘’Setahu saya di Hargomulyo sudah terjadi dua kali ini,” ungkap Syahudi, warga Desa Hargomulyo kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Dindamkarmat) Siswoyo menyampaikan, kebakaran kilang minyak pada Sabtu (15/3) diterima sekitar 14.49, titiknya berada di Dusun Hargomulyo, Desa Ngrowo, kecamatan Kedewan, atau berjarak 30 kilometer dari Pos Damkar Padangan. ‘’Pemadaman selesai pukul 16.20 WIB,” terangnya.
Siswoyo menambahkan, dari pantauan petugas di lapangan, kebakaran kilang milik Candra, 50, terjadi akibat korsleting listrik pada alat penyedot minyak mentah. ‘’Korsleting alkon yang berfungsi menyedot minyak mentah, total kerugian kurang lebih Rp 60 juta,” imbuhnya.
Berdasarkan data Dindamkarmat, sejumlah material terbakar meliputi, 9 biji tangki kapasitas 1.000 liter, 4 diesel, dan drum kapasitas 200 liter jumlah 10 buah. Selain itu, 5.000 liter minyak mentah ludes, bersama bangunan ukuran 6x12 meter. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana