BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dampak banjir bandang di Kecamatan Gondang pada Jumat (7/3), masih menyisakan sisa kerusakan.
Selain genangan lumpur yang masih dilakukan pembersihan hingga kemarin (10/3). Sejumlah puing-puing dari rumah warga yang terseret arus dievakuasi.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Luluk Alifah, akibat kerusakan yang begitu parah, DLH membantu membersihkan area terdampak.
‘’Barang-barang yang sudah tidak bisa diselamatkan diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) guna mencegah timbulnya masalah lingkungan lebih lanjut,” katanya.
Luluk menjelaskan, air bah menyebabkan barang-barang rumah tangga berserakan. Agar tidak menggangu akses warga, kemudian diangkut truk.
‘’Air bah yang datang secara tiba-tiba merendam permukiman, mengakibatkan banyak barang rumah tangga dan perabotan tidak dapat digunakan kembali,” imbuhnya.
Sementara itu, hingga kemarin, warga terdampak masih berupaya membersihkan sisa lumpur yang masih menggenang rumah. ‘’Sudah lumayan membaik setelah dilakukan kerja bakti,” ungkap Kepala Desa/Kecamatan Gondang Agus Riyanto kemarin (10/3).
Menurutnya, di desanya terdapat 300 rumah tergenang air, 17 di antaranya rusak. Sehingga, menjadi salah satu desa terparah yang terdampak banjir bandang.
‘’Satu motor rusak milik warga Dusun Lorkali dan 9 hewan ternak hanyut,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolsek Gondang AKP Bambang Ady Tenggani menyampaikan, sebagian besar akses warga mulai pulih, dan sudah bisa dilalui.
‘’Akses yang di Desa Gondang sudah normal, namun yang Dusun Sambong, Desa Sambongrejo, warga masih ada jalan alternatif untuk keluar dusun tersebut ke wilayah Gondang,” terangnya.
Sebelumnya, banjir bandang menerjang empat desa di Kecamatan Gondang pada Jumat (7/3), yakni Desa Sanganten, Sambongrejo, Pajeng, dan Gondang. Banjir yang berlangsung sekitar 1 jam dari pukul 18.00 hingga 19.00 itu, menimbulkan kerusakan di empat desa. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana