Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bengawan Solo Siaga Merah di Bojonegoro: Ledok Kulon dan Wetan Kembali Tergenang Banjir, Puluhan KK Terdampak

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 27 Februari 2025 | 02:06 WIB
TREN NAIK: Ketinggian air Bengawan Solo tren naik, statusnya sudah siaga merah, warga diminta waspada, tercatat 44 rumah tergenanang. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
TREN NAIK: Ketinggian air Bengawan Solo tren naik, statusnya sudah siaga merah, warga diminta waspada, tercatat 44 rumah tergenanang. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Banjir luapan dari Bengawan Solo kembali menggenangi perumahan di Kelurahan Ledok Kulon dan Ledok Wetan, Kecamatan Kota Bojonegoro akibat hujan deras yang turun di wilayah hulu. Puluhan kepala keluarga (KK) terdampak akibat air meluap dan memasuki rumah warga.

Per Rabu siang (26/2), puluhan warga di Ledok Wetan, di lorong 1 sampai 6 mengeluarkan sepeda motor dari gang tempat tinggal mereka. Selain itu, mereka berencana mengungsi ke Gedung Serbaguna Bojonegoro yang tidak jauh dari kediaman mereka.

“Banjir sudah melanda sejak sekitar pukul lima pagi, cukup tinggi dan hingga saat ini masih naik dan memasuki perumahan warga, (ketinggian) kurang lebih setengah meter. Saat ini kami sedang bersiap-siap mengungsi ke Gedung Serbaguna, masih memilih barang apa saja yang mau dibawa,” ujar Tutik, salah satu warga Ledok Wetan yang terdampak banjir dan berencana mengungsi.

Sementara itu di Ledok Kulon, meskipun banjir tidak sedalam di Ledok Wetan, lokasi yang lebih berdempetan langsung dengan sungai Bengawan Solo menyebabkan area pinggir sungai terendam lebih cepat. Lapangan Also yang berada di kelurahan tersebut langsung berubah menjadi genangan raksasa yang digunakan anak-anak bermain air.

“Banjir sudah sejak tadi malam, kurang lebih pukul setengah dua dinihari. Pertama menggenang bibir Bengawan, namun perkembangan air naik dengan cepat hingga selutut. Siang ini sudah naik lagi hingga sepaha orang dewasa,” ungkap Kevin, salah satu warga Ledok Wetan yang juga mengawasi ketinggian air di Lapangan Also.

TREN NAIK: Ketinggian air Bengawan Solo tren naik, statusnya sudah siaga merah, warga diminta waspada, tercatat 44 rumah tergenanang.  (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
TREN NAIK: Ketinggian air Bengawan Solo tren naik, statusnya sudah siaga merah, warga diminta waspada, tercatat 44 rumah tergenanang. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

Status tinggi muka air (TMA) sungai Bengawan Solo di area kota sendiri sudah memasuki siaga merah. Bahkan tiang baca TMA di Taman Bengawan Solo hampir tertutup seluruhnya oleh air sungai, dan tangga akses dermaga perahu tambang telah tenggelam oleh air. Meski demikian, serta arus sungai yang deras, perahu tambang masih dapat beroperasi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Heru Wicaksi mengatakan, di Ledok Wetan terdapat 44 KK yang terdampak banjir. Dengan tinggi muka air 15 hingga 60 sentimeter. Seorang warga juga telah diungsikan lebih dulu karena menderita sakit.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial, biasanya Dinas Sosial membuat shelter (tempat pengungsian) di Gedung Serbaguna. Umumnya warga terdampak mengungsi pada malam hari ke Gedung Serbaguna, sehingga dapat menginap di shelter,” jelas Heru.

“Untuk (ketinggian muka air) daerah kota masih cenderung naik. Tentu jika turun hujan lagi, ketinggian air juga ikut bertambah,” tambahnya. (edo/cho)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Gedung Serbaguna #bengawan solo #hujan deras #bpbd bojonegoro #Ledok Kulon #perahu #banjir luapan #ledok wetan #shelter #Sungai #banjir #dinas sosial #genangan #tma #bojonegoro #bpbd #kepala keluarga